
KE PENJURU NEGERI: Direksi PT Temprina Media Grafika Sri Mulat Chichi (kiri) bersama Kepala Pusat Pengembangan dan Pembukaan Bahasa Imam Budi Utomo ketika meninjau hasil cetak buku
JawaPos.com – Sebanyak 8 juta eksemplar buku literasi telah dilepas ke penjuru negeri oleh PT Temprina Media Grafika kemarin (6/5). Berbeda dengan buku literasi sebelumnya, tahun ini buku literasi yang disalurkan memiliki tiga karakteristik utama. Hal itu guna mendukung Gerakan Literasi Nasional 2024.
Tiga karakteristik dalam buku tahun ini adalah harus sesuai dengan minat anak, memiliki variasi cerita, dan sesuai dengan jenjang pendidikan. Penyesuaian dengan jenjang pendidikan menjadi langkah perbaikan dalam perilisan buku literasi. Sebab, pada edisi sebelumnya masih banyak ditemukan buku yang tidak sesuai dengan jenjang pendidikan anak-anak.
”Dengan penyesuaian jenjang tadi, kami berharap ada peningkatan nilai literasi,” ucap Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Imam Budi Utomo.
Program penyaluran buku yang termasuk ke dalam Gerakan Literasi Nasional disambut baik oleh pihak sekolah selaku penerima. Faikhotul Umah, guru UPT SDN 189 Gresik, menerangkan, sumbangan buku literasi akan menjadi langkah perbaikan dalam peningkatan literasi di sekolahnya.
”Rapor pendidikan di sekolah kami nilai literasinya turun sampai 70 persen,” keluhnya.
Acara yang bertajuk Pencetakan dan Pengiriman Buku Pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nasional 2024 tersebut bertempat di Gedung PT Temprina Media Grafika, Wringinanom, Gresik.
Pencetakan buku tersebut tidak sekadar menjadi tanggung jawab PT Temprina Media Grafika.
Direksi PT Temprina Media Grafika Sri Mulat Chichi menuturkan bahwa pencetakan tersebut juga menjadi kehormatan tersendiri. Ketersediaan buku literasi menjadi penting untuk menaikkan literasi di Indonesia.
Sebab, dalam rapor PISA yang biasa digunakan untuk mengevaluasi pendidikan, Indonesia mengalami penurunan nilai. ”Kami bangga bisa menjadi bagian dari mencerdaskan kehidupan berbangsa. Dibandingkan dengan penilaian pada 2018, Indonesia turun 12 poin pada 2022,” tuturnya.
Pada 2022, Temprina telah berhasil meluncurkan 15 juta eksemplar buku literasi. Buku-buku tersebut lantas didistribusikan pada sekolah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). ”Tahun ini kami diamanahi untuk meningkatkan peluncuran hingga 21 juta eksemplar,” imbuhnya.
Selain dibagikan ke sekolah di wilayah 3T, buku-buku tersebut akan disalurkan pada sekolah yang membutuhkan intervensi. Terutama sekolah yang mendapatkan rapor merah pada asesmen nasional 2022. (leh/c19/son)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
