Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2024 | 02.43 WIB

Ini Kiat Pemkab untuk Membuat Bandara Internasional Dhoho Kediri Tetap Ramai usai Resmi Beroperasi

Dua petugas avsec berjalan melewati area kedatangan di Bandara Dhoho Kediri kemarin. Hari ini penerbangan komersial akan mendarat untuk pertama kalinya. (Foto: Wahyu Adji/JPRK) - Image

Dua petugas avsec berjalan melewati area kedatangan di Bandara Dhoho Kediri kemarin. Hari ini penerbangan komersial akan mendarat untuk pertama kalinya. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

JawaPos.com-Bandara Dhoho resmi beroperasi hari ini, Jumat (5/4). Itu ditandai dengan kedatangan penumpang pada pukul 09.40 pagi ini. Mereka akan menumpang pesawat dari maskapai Citilink dengan jenis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 seat.

Artinya, bila terisi penuh, maka akan ada 180 penumpang yang mendarat perdana di Bandara Dhoho pagi ini. Pertanyaannya sekarang, akankah kondisi seperti ini akan berlangsung konsisten? Apakah geliat Bandara Dhoho bisa terus meningkat dari hari ke hari? Dan tidak bernasib seperti beberapa bandara di daerah lain yang ibarat mati suri?

Hal itulah yang telah dipikirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Beberapa rumusan cara agar Bandara Dhoho bisa survive pun dibuat. Termasuk berusaha menggandeng Pemprov Jatim dan pemda-pemda di Mataraman agar ikut memanfaatkan Bandara Dhoho.

“PR (pekerjaan rumah, Red) kami saat ini adalah bagaimana agar bandara dapat bertahan hingga waktu yang lama,” aku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin.

Pekerjaan rumah tersebut, diakui Solikin, tergolong berat. Tapi, bisa menjadi mudah bila ada kerja sama dengan beberapa pihak. Terutama dengan Pemprov Jatim dan pemda-pemda di sekitar Kediri atau yang biasa disebut daerah Mataraman. Hal inilah yang menjadi upaya terobosan pemkab agar bisa menghidupkan bandara yang telah menghabiskan biaya pembuatan Rp 13 Triliun.

Kabar baiknya, berdasar hasil rapat dengan 13 pemda Mataraman dan Pemprov Jatim Senin (1/4) ada kesepakatan yang menguntungkan bagi keberlangsungan bandara. Pemda-pemda tersebut akan memberangkatkan aparatur sipil negara (ASN) yang ke Jakarta melalui Bandara Dhoho. “Alhamdulillah semua 13 daerah di Mataraman tersebut setuju,” terang Solikin.

Agar semakin kuat, kesepakatan tersebut lalu dinaikkan ke Pj Gubernur Jatim. Dalam waktu dekat hal itu akan dituangkan dalam surat edaran (SE) bagi seluruh ASN. Agar sifatnya lebih mengikat dan resmi. ’’Semoga saja prosesnya dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Upaya pemkab tak hanya itu. Mereka juga memiliki cara lain agar bandara dapat bertahan hidup. Salah satunya dengan memberi subsidi tiket bagi penumpang. Subsidi tersebut akan diambilkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kediri.

Saat ini proses tersebut sedang digodok. Pemkab masih menghitung besaran subsidi yang akan diberikan kepada penumpang. Bila jadi, rencananya subsidi tersebut akan mulai dilakukan beberapa bulan ke depan.’’Besar kemungkinan setelah PAK (Perubahan anggaran keuangan, Red) pertengahan tahun ini,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Bandara Dhoho Kediri akan resmi beroperasi hari ini, 5 April. Sekaligus akan diwarnai inaugural flight atau penerbangan perdana.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore