Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2024 | 01.58 WIB

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Terjunkan Tim Reaksi Cepat ke Pulau Bawean Bantu Masyarakat Terdampak Gempa

Pemprov Jawa Timur bangun tenda darurat di RS Unair. - Image

Pemprov Jawa Timur bangun tenda darurat di RS Unair.

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan respons cepat terhadap gempa tektonik di wilayah Timur Laut Tuban, Jumat (22/3), pada pukul 11.22 WIB.

Gempa bumi dengan kekuatan 6.0 SR tersebut diikuti pula gempa susulan sebanyak 159 kali sampai pada pukul 09.07 WIB, Sabtu (23/3). Wilayah terdampak gempa mulai dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kota Surabaya, Kota Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Pamekasan.

Hingga pagi ini (23/3), BPBD Jatim telah menghimpun data terkait dampak gempa tersebut. Yang mana secara total ada 51 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak berat, akibat gempa tersebut. Selain itu, gempa juga mengakibatkan kerusakan 2 unit sekolah, 4 unit rumah sakit, 1 pondok pesantren, 5 kantor desa, 3 tempat ibadah, 2 kandang ternak, 1 unit gedung, dan 2 motor.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan, Pemprov Jatim melalui BPBD telah mengirimkan Tim Respons Cepat (TRC) ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Pasalnya Pulau Bawean merupakan wilayah yang terdampak cukup parah karena paling dekat dengan pusat gempa.

”Tim dari BPBD, Basarnas, Kementerian PU, dan BMKG telah berangkat ke Pulau Bawean untuk melakukan asesmen potensi kerusakan dan kebutuhan mendesak warga. Sebab Pulau Bawean merupakan wilayah terdampak paling dekat dengan pusat gempa dan paling banyak mengalami dampak kerusakan,” ujar Adhy.

Selain itu, Pj Gubernur Adhy juga dijadwalkan akan turun langsung meninjau Pulau Bawean pada Minggu (24/3). Sehingga percepatan penanganan pasca terjadinya gempa bisa berjalan lancar.

”Rencananya saya juga akan langsung turun ke sana untuk memastikan bahwa seluruh warga terdampak bisa terpenuhi kebutuhannya. Sekaligus melakukan asesmen lapangan terhadap dampak dari gempa yang terjadi supaya bisa segera kita tangani,” ujar Adhy.

Tak hanya di Bawean, dampak gempa juga dirasakan di Surabaya. Bahkan salah satu rumah sakit yaitu RS Unair Surabaya mengalami kerusakan. Dinding gedung retak-retak dan rusak. Pasien harus diungsikan di tanah terbuka di luar gedung.

Merespons hal itu, BPBD Jatim telah melakukan gerak cepat melalui pendirian tenda pengungsi di IGD pengungsi RS Unair Surabaya. Sedikitnya, tiga unit tenda telah didirikan sebagai upaya percepatan penanganan dampak gempa di RS Unair.

”Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, BPBD kabupaten/kota, Kementerian PU, Basarnas, dan BMKG, untuk menentukan langkah-langkah mitigasi bencana dan percepatan penanganan pasca gempa,” imbuh Pj Gubernur Adhy.

Pj. Gubernur Adhy menyampaikan agar masyarakat tidak panik apabila terjadi gempa susulan. ”Bila memungkinkan untuk keluar, segera keluar ke lapangan terbuka. Namun bila tidak memungkinkan gunakan meja atau benda kokoh lain untuk berlindung di bawahnya,” ujar Adhy.

”Jadi jangan panik, tetap waspada, semoga tidak terjadi gempa susulan yang lebih besar,” ucap Adhy.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan tim BPBD baik di provinsi maupun kabupaten/kota telah bersiap untuk melakukan mitigasi bencana dan penanganan pasca gempa bumi.

”Sejak kemarin (22/3), kami terus berkoordinasi, terutama dengan BPBD di daerah-daerah terdampak. Semua personel sudah siap siaga melakukan mitigasi bencana di daerah-daerah terdampak,” jelas Gatot.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore