Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2024 | 18.29 WIB

Gempa Tuban Sebabkan 143 Kepala Keluarga Terdampak, BPBD Jatim Catat 14 Bangunan Rusak

Salah satu rumah rusak akibat gempa. - Image

Salah satu rumah rusak akibat gempa.

JawaPos.com–Gempa yang terjadi dan berpusat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (23/3), sebabkan 143 kepala keluarga terdampak di wilayah Jawa Timur.

Berdasar laporan yang dirangkum Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Sabtu (23/3) pukul 00.20 WIB, rincian kepala keluarga terdampak ialah Kabupaten Tuban 10 kepala keluarga, Kabupaten Gresik 130 kepala keluarga, Kabupaten Pamekasan satu kepala keluarga, dan Kota Surabaya dua kepala keluarga.

Gempa tersebut juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur alami kerusakan bervariasi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Di Kabupaten Tuban, lanjut dia, tercatat empat unit rumah rusak berat, empat unit rumah rusak sedang, dan dua unit rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat satu balai desa alami kerusakan cukup parah dan satu fasilitas ibadah alami rusak ringan, serta satu kandang milik warga roboh akibat guncangan gempa.

Selanjutnya di Kabupaten Gresik terdapat 19 unit rumah alami rusak berat, 61 unit rumah rusak sedang, dan 50 unit rumah alami rusak ringan. Sejumlah fasilitas umum juga alami kerusakan seperti dua fasilitas pendidikan rusak ringan, satu fasilitas pendidikan rusak sedang, dua masjid rusak berat, satu musala rusak sedang, satu masjid rusak ringan, satu kantor desa dan satu Gedung perkantoran rusak ringan, serta RSUD Umas Mas’ud Sangkapura, alami kerusakan ringan.

”Untuk wilayah Kabupaten Pamekasan tercatat satu unit rumah warga alami rusak ringan. Sementara itu di Kota Surabaya terdapat dua unit rumah warga alami rusak ringan, RS Unair dan RSUD Soewandhi alami kerusakan ringan,” papar Abdul Muhari.

Sementara itu, RSUD Soetrasno di Kabupaten Rembang turut terdampak yang sebabkan pasien dievakuasi keluar gedung. BPBD setempat hingga kini masih terus melakukakan penanganan darurat bencana. Antara lain melakukan pendataan dan monitoring di sejumlah lokasi, kemudian mendirikan tenda pengungsian di halaman RS Unair Surabaya.

”Selanjutnya mengirimkan personel menuju pusat gempa di Pulau Bawean dengan menggunakan kapal dengan membawa kendaraan roda dua, tenda pengungsi, terpal plastik, makanan siap saji guna melakukan penanganan lebih lanjut di wilayah tersebut,” ujar Abdul Muhari.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, tiga bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandi, Rumah Sakit Jiwa Menur, dan Rumah Sakit Universitas Airlangga mengalami kerusakan.

”Untuk korban sementara hanya dua orang. Satu korban terkena genting jatuh dari atap rumah. Satu korban lagi kejatuhan tembok runtuh. Dua korban itu di Gresik dan Surabaya,” ujar Gatot Soebroto.

Gatot memastikan, BPBD Jatim terus melakukan pendataan kerusakan serta menyiagakan penanggulangan. Termasuk mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi warga di berbagai daerah yang terdampak gempa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore