
Ilustrasi JLS Trenggalek
JawaPos.com – Giga proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan pantai-pantai selatan Jawa terus dicicil perampungan pembangunannya hingga saat ini.
Dilansir JawaPos.com dari Antara, Jumat (22/3), pada tahun 2024 ini, salah satu ruas JLS yang akan diselesaikan adalah di Kabupaten Trenggalek.
Terkait hal itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin buka suara saat menggelar safari infrastruktur dalam kegiatan safari Ramadhan di Munjungan, pada Minggu (17/3).
"JLS masih kurang ruas yang di Munjungan. Mulai Prigi-Munjungan sampai ke Panggul. Memang untuk pembebasan lahan kurang lebih kita butuh anggaran sekitar Rp200-an miliar. Masih cukup besar, cuman kami prioritaskan dulu yang Prigi-Munjungan," katanya.
Menurutnya, ruas jalan itu diprioritaskan karena di lapangan sebagian besar lahan yang dilalui trase jalur JLS merupakan tanah lahan Perhutani.
Karenanya, Arifin pun menyebut Pemkab Trenggalek akan mendahulukan pembebasan lahan masyarakat yang menggunakan skema ganti-untung terlebih dulu.
Sementara itu, untuk lahan hutan negara (Perhutani), Arifin mengatakan pihaknya sudah mengusulkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
"Kemarin Pak Sekda, TAPD sudah bersama BAPPEDA sudah melakukan pergeseran infrastruktur. Yang seharusnya untuk membangun infrastruktur itu kita geser dulu, sementara untuk pengadaan lahan," ucapnya.
"Karena ini juga kolaborasi dengan pemerintah pusat, tapi ini nanti pemerintah provinsi juga akan membantu beberapa infrastruktur,” lanjutnya.
Meskipun mengalami pergeseran anggaran, pria yang kerap disapa Mas Ipin itu menyebut terdapat sejumlah proyek infrastruktur besar di Munjungan. Diantaranya, infrastruktur Jembatan Gembes yang menelan dana Rp1,9 miliar.
Kemudian pengerasan juga akan dilakukan di akses menuju Pantai Blado. Meskipun belum genap 100 persen karena keterbatasan anggaran, akses menuju pantai itu cukup lebar.
Menjadi salah satu atensi, karena akses jalan ini dipersiapkan untuk menyambut libur panjang lebaran. Jadi di Pantai Blado ini kita ada pengerasan meskipun belum 100 persen, tapi sudah lumayan, dengan anggaran sekitar kurang lebih Rp400 hingga Rp500 juta," ujarnya.
Mas Ipin mengaku, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat pengerjaan infrastruktur akhirnya dilakukan secara bertahap.
Bukan hanya pembangunannya saja, pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional itupun dilakukan secara bertahap juga.
Mas Ipin pun tak menampik jika kondisi itu nantiya bakal mempengaruhi realisasi target JLS Yogya-Malang yang ditargetkan rampung pada 2029 nanti."Memang lebaran ini kita mempersiapkan emergency sekitar Rp5 miliar. Karena tersedot banyak untuk anggaran Pilkada, tapi Alhamdulillah lancar," terangnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
