Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 15.43 WIB

Pemkot Surabaya Sebut Kantong Kemiskinan Prioritas Pasar Murah Selama Ramadhan

Ilustrasi warga berbelanja bahan pokok saat pasar murah Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu. - Image

Ilustrasi warga berbelanja bahan pokok saat pasar murah Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menjadwalkan pelaksanaan pasar murah selama Ramadhan digelar setiap pekan dengan memprioritaskan kantong-kantong kemiskinan.

”Bapak Wali Kota mengatakan semua RW harus tersentuh, apalagi yang ada kantong-kantong kemiskinan dan kami lihat juga kondisinya,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati seperti dilansir dari Antara di Surabaya.

Dewi menjelaskan, setiap masyarakat yang ingin membeli bahan pangan di pasar murah wajib menunjukkan KTP. Kemudian petugas akan membatasi pembelian yang dilakukan.

Cara itu untuk mencegah penimbunan oleh oknum tertentu. Sebab, Pemkot Surabaya mengutamakan warga berstatus keluarga miskin (gamis).

”Sama seperti berbelanja di Kios TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) harus pakai KTP, biar tidak ada penumpukan. Kami ratakan semuanya agar mendapat satu-satu supaya merata,” ujar Dewi Soeriyawati.

Sedangkan untuk pasokan bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur, menurut dia, pemkot sudah berkoordinasi dengan Bulog dan para distributor agar ketersediaan selama Ramadhan terus tercukupi.

Selain pasar murah, Dewi Soeriyawati menjelaskan, warga Kota Surabaya bisa berbelanja bahan pangan di 40 Kios TPID yang dibuka di 40 pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Surya maupun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). ”Karena Pak Wali Kota Eri Cahyadi arahannya semuanya agar bisa tersentuh,” ungkap dia.

Dewi menyebut melalui pasar murah Ramadhan dan Kios TPID masyarakat bisa dipermudah mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan tak perlu jauh-jauh apabila ingin berbelanja.

”Kebutuhan bahan pokok kami ambil dari mana saja, misalnya beras ada yang dari Probolinggo, Jember, dan gula juga ada beberapa distributor, kemudian minyak itu juga ada beberapa distributor,” ucap Dewi Soeriyawati.

Lebih lanjut, pihaknya memastikan terus berupaya menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan harga murah kepada masyarakat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore