
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi gelar pertemuan dengan tokoh masyarakat Kecamatan Semampir, Jumat (8/3) bahas penataan PKL di kawasan wisata religi Sunan Ampel.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat di Jalan Bolodewo No. 107, Kecamatan Semampir, Jumat (8/3). Wali kota ingin duduk bersama membahas penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata religi Sunan Ampel.
Eri Cahyadi turut didampingi Camat Semampir M. Yunus, Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal, Camat Simokerto Noervita Amin, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya M. Fikser. Eri meminta kepada jajarannya untuk melibatkan para tokoh masyarakat saat mendata PKL di kawasan itu.
”Karena pemerintah kan nggak tahu, siapa saja yang berjualan di situ (Ampel). Nanti data itu (PKL) serahkan ke tokoh setempat,” kata Wali Kota Eri.
Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak bisa berjalan sendiri tanpa menggandeng tokoh masyarakat setempat dalam melakukan penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel. Selain itu, pemerintah juga harus terbuka dan dekat dengan masyarakat dalam membangun kota.
Eri menunjuk tokoh masyarakat wilayah Semampir Moch Sahlan untuk ikut serta membantu mendata PKL di kawasan wisata religi Ampel. Sahlan ditunjuk untuk ikut serta mendata karena ada kedekatan dengan para PKL di wilayah itu.
”Pemerintah itu nggak bisa harus meng-handle semua sendiri. Surabaya jadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur itu bukan karena pemerintah sendiri. Kalau pemerintah mlaku ijen (jalan sendiri), ya nggak mungkin, nggak akan makmur,” ujar Eri.
Wali Kota Eri menambahkan, penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel bukan hanya untuk pemkot, akan tetapi juga untuk kesejahteraan warga Kota Surabaya. khususnya di wilayah utara. Agar warga Kota Surabaya di wilayah utara makmur, dia ingin mewujudkan kawasan tersebut menjadi tempat wisata.
”Saya ingin mewujudkan itu (wisata). Kalau saya lihat wilayah utara itu nelangsa, karena apa? Kok bisa sebelumnya sampai nggak ada air PDAM. Sama nanti seperti di Kenjeran juga, kasih pegang (ke tokoh masyarakat) itu patung Suroboyo,” tambah Eri.
Setelah dilakukan pendataan ulang bersama tokoh masyarakat, dia berharap, semua pedagang ber-KTP Surabaya yang menetap di kawasan tersebut bisa masuk ke area yang telah difasilitasi Pemkot Surabaya.
”Kasihan pedagang asli. Jadi, kawasan Semampir itu biar bisa bermanfaat untuk warga Semampir, Simokerto, sama Nyamplungan,” harap Eri.
Tokoh masyarakat Semampir Moch Sahlan mengaku siap membantu Pemkot Surabaya melakukan pendataan. Dia juga akan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat lain di wilayah Kecamatan Simokerto dan Pabean Cantikan.
”Kami siap membantu di lapangan,” ucap Sahlan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
