Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Maret 2024 | 04.39 WIB

DKPP Surabaya Capai Target IKO Februari 2024 dari Sektor Perikanan, 500 Kg Bandeng Berhasil Dipanen

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti (kanan) ikut serta dalam panen bandeng yang dilaksanakan, Jumat (1/3/2024). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya) - Image

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti (kanan) ikut serta dalam panen bandeng yang dilaksanakan, Jumat (1/3/2024). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya telah berhasil mencapai salah satu target indeks kinerja operasional (IKO) untuk Februari 2024 dengan jumlah panen ikan bandeng mencapai 588,29 kilogram, melebihi angka target sebesar 500 kilogram yang telah ditetapkan.

Dikutip dari ANTARA, Minggu (3/3), Kepala DKPP, Antiek Sugiharti, menyatakan kebahagiaannya atas pencapaian ini dan mengungkapkan bahwa hasil panen ikan bandeng tersebut telah didistribusikan kepada balita stunting di Kota Surabaya.

Ratusan kilogram ikan bandeng tersebut berasal dari dua lokasi berbeda, yaitu Romokalisari Adventure Land dan Mangrove Information Center (MIC) Wonorejo.

Program pengentasan stunting di Kota Surabaya dilakukan melalui program ketahanan pangan yang memanfaatkan ketersediaan lahan aset sebagai pelaksanaannya.

"Semoga dengan bantuan ikan bandeng ini bisa membantu Kota Surabaya menjadi bebas stunting," ujarnya.

Kepala Bidang Perikanan DKPP Kota Surabaya, Amalia Kurniawati, menjelaskan bahwa panen ikan bandeng dilakukan pada Jumat (1/3), dengan rincian 317,15 kilogram dari Romokalisari Adventure Land dan 271,14 kilogram dari MIC Wonorejo.

Setiap lahan aset yang dimanfaatkan memiliki luas satu hektar, dan masa tanam ikan bandeng yang dipanen berumur sekitar 8 bulan.

"Masa tanam ikan dilakukan sejak awal bulan Juli 2023, jadi umur bandeng yang kita panen sekitar 8 bulan, sehingga sudah layak untuk dipanen," ucapnya.

Ikan bandeng hasil panen tersebut kemudian disalurkan langsung kepada warga untuk penanganan balita stunting dan pra-stunting, sesuai dengan komitmen dari Kepala DKPP dan Wali Kota Surabaya.

"Jadi ini sudah menjadi komitmen dari Ibu Kepala DKPP yang sejalan dengan Pak Wali Kota, bahwa hasil panen ikan di lahan demplot untuk penanganan balita stunting," tuturnya.

Hasil panen ikan di Romokalisari didistribusikan kepada warga di wilayah Surabaya Barat, sementara hasil panen di MIC Wonorejo diperuntukkan bagi warga wilayah Surabaya Timur.

Program ini telah berjalan sejak bulan Januari, dengan hasil panen ikan di lahan demplot belakang Kantor DKPP juga didistribusikan kepada warga di kecamatan sekitar.

"Alhamdulillah di bulan Januari lalu kami juga panen ikan di lahan demplot belakang Kantor DKPP, itu hasilnya juga kami bagikan untuk warga di wilayah kecamatan sekitar," kata dia.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore