Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2023 | 04.06 WIB

Selama Desember 2022, Puluhan Anak Surabaya Terjaring Razia

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Cahyadi dan sejumlah anak-anak dari jenjang SD hingga SMA sederajat dalam peresmian duta Trantibum di Balai Kota Surabaya. Pemkot Surabaya untuk JawaPos - Image

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Cahyadi dan sejumlah anak-anak dari jenjang SD hingga SMA sederajat dalam peresmian duta Trantibum di Balai Kota Surabaya. Pemkot Surabaya untuk JawaPos

JawaPos.com–Pembentukan Duta Trantibum diharapkan mampu mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja. Pembentukan Duta Trantibum di sekolah itu merupakan bagian dari langkah Surabaya menuju Kota Layak Anak Tingkat Dunia.

”Data selama Desember 2022, pemkot bersama Tim Asuhan Rembulan berhasil mengamankan 78 anak dari berbagai macam aksi. Mulai tawuran, balap liar, minum-minuman keras, hingga kegiatan aksi lain dengan rentang usia antara 15-20 tahun,” kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto.

Eddy menyebutkan, puluhan anak yang sebelumnya terjaring tersebut, diketahui bukan hanya masih berstatus pelajar. Namun di antaranya pula juga anak atau remaja yang sudah tidak sekolah.

”Permasalahan utama dari perilaku anak-anak itu adalah pergaulan dengan teman sebaya dan komunitasnya. Selain itu juga, masalah keluarga, serta sikap acuh tak acuh dan tidak peduli orang tua,” ungkap Eddy.

Menurut Eddy, sekolah yang menjadi salah satu tempat interaksi sosial, diharapkan dapat menjadi tumpuan dalam menyelesaikan permasalahan itu. Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, Satpol PP menginisiasi program Satpol PP Goes To School.

”Pada 2022 program ini telah masuk ke lingkungan SD-SMP negeri dan swasta di Kota Surabaya. Alhamdulillah, pada 2023, berkat sinergi kuat dengan Pemprov Jatim, Satpol PP Goes To School bisa masuk ke lingkungan SMA-SMK negeri dan swasta. Dan pada tahun ini juga setiap sekolah dibentuk Duta Trantibum,” terang Eddy.

Mantan Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya itu menjelaskan, Duta Trantibum yang telah dibentuk, nanti melakukan edukasi dan sosialisasi kepada teman-teman di masing-masing sekolah. Demikian juga di komunitas atau lingkungannya melalui tatap muka atau media sosial.

”Tugas utama Duta Trantibum yang pertama menjadi pelopor gerakan ketenteraman dan ketertiban lingkungan sekolah dan sekitarnya. Dengan gerakan dari anak, oleh anak, untuk Surabaya,” kata Eddy.

Selain itu, Eddy menyebut, Duta Trantibum juga memiliki tugas untuk mewujudkan sekolah ramah Ketenteraman dan Ketertiban Umum dengan aksi No Tawuran, No Balapan, dan No Mabukan. Diia berharap, Duta Trantibum dapat mengajak teman-teman mereka untuk terus belajar, berlatih, berkarya dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

”Upaya yang dilakukan Duta Trantibum nanti dengan mengedukasi teman, komunitas dan lingkungan. Baik melalui tatap muka secara langsung atau media sosial yang adik-adik semua miliki,” ucap Eddy.

Sebelumnya, dalam upaya mencegah balap liar dan kenakalan remaja lainnya, Pemkot Surabaya membentuk Duta Trantibum. Diikuti perwakilan kepala sekolah, guru, dan siswa, dari 29 lembaga pendidikan SD/SMP/SMA/SMK swasta maupun negeri se Kota Surabaya. Selain melalui luring, acara pembentukan Duta Trantibum juga diikuti secara daring oleh 600 lebih sekolah di Kota Surabaya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore