Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2023 | 03.44 WIB

Hari Gizi Nasional, Puskesmas di Surabaya Gelar Posyandu Stunting

Peringati hari gizi nasional, Puskesmas Simolawang gelar Posyandu Stunting di Balai RW 1 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto. Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com - Image

Peringati hari gizi nasional, Puskesmas Simolawang gelar Posyandu Stunting di Balai RW 1 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto. Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com

JawaPos.com–Tiap 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Nah, seluruh puskesmas di Surabaya serentak menggelar kegiatan untuk meramaikan peringatan Hari Gizi Nasional 2023 yang ke-63 itu. Puskesmas Simokerto, misalnya.

Kepala Puskesmas Simolawang Dwi Sapta Edy mengatakan, pihaknya menggelar Posyandu Stunting (Posting) dengan melibatkan para orang tua beserta anak-anaknya di Balai RW 1 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto. Tujuannya untuk percepatan pengentasan stunting.

Dalam Posting itu, lanjut dia, puskesmas menggelar beberapa aktivitas. Antara lain, penimbangan dan pengukuran balita stunting, pemberian materi tentang isi piringku yang baru dengan lebih banyak protein hewani oleh Pendamping Gizi Puskesmas Simolawang, accupressure anak untuk meningkatkan nafsu makan oleh Pj Pengobatan Tradisional Puskesmas Simolawang, hingga makan siang bersama dengan sayur dan ikan.

”Ini untuk lebih menggiatkan lagi makan ikan,” kata Edy.

Mantan kepala Puskesmas Benowo itu menyampaikan, Posting juga dihadiri Lurah Sidodadi Eka Pudjiastuti, ketua RW, Bidan Kelurahan Sidodadi (Dian Wahyuningsih), hingga bunda dari anak stunting Kelurahan Sidodadi sebanyak 8 anak.

Berbicara mengenai gizi tak bisa dipisahkan dari kondisi stunting. Di Puskesmas Simolawang yang wilayah kerjanya ada 2 kelurahan yakni, Kelurahan Sidodadi dan Kelurahan Simolawang, jumlah balita stunting di Kelurahan Sidodadi pada 2021 tercatat 14 anak, kemudian pada tahun lalu angkanya menurun menjadi 8 anak. Pada Januari 2023 masih 8 anak.

Lalu untuk jumlah balita stunting di Kelurahan Simolawang pada 2021 lebih tinggi dibandingkan di Kelurahan Sidodadi. Jumlah stunting mencapai 27 anak. Kemudian pada 2022 angkanya menurun menjadi 14 anak. Dan, pada Januari 2023, angka stunting kembali turun di angka 13.

Berdasar data yang dihimpun JawaPos, selama 2022 prevalansi stunting di Surabaya terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Yakni, 4,8. Tertinggi ada di Kabupaten Jember. Angka itu sesuai Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 Kementerian Kesehatan. Sementara itu, hingga kini, kasus stunting di Surabaya masih di angka 900.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore