
Photo
JawaPos.com- Nasi atau makanan olahan beras lainnya tak boleh diperjualbelikan di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Pantangan tersebut sudah berlaku sejak puluhan tahun yang lalu. Dipertahankan secara turun-temurun. Jika dilanggar, akan ada hal-hal yang kurang baik menimpa warga.
Nuraini, salah seorang pemilik warung kopi di Randegan, mengaku memegang teguh pantangan itu. Makanya, dia hanya menjual kopi dan mi instan. Kalau ada pengunjung yang ingin makan mi dengan nasi, dia akan memberi nasi dengan cuma-cuma. ”Kalau nasi maaf gak jual. Tapi, kalau mau mi nambah nasi, saya kasih saja nasinya,” ungkap dia.
Menurut Nur, sapaan Nuraini, mitos yang dia percayai menyatakan, jika ada warga yang berjualan nasi dan olahan beras lainnya seperti lontong, juga ketupat, akan terkena musibah atau bisa meninggal. ”Tapi, kami nasi tetap makan kok. Untuk dijual tidak. Mending kami kasih daripada dijual kalau ada yang butuh,” terangnya.
Jika ada warga Randegan yang berasnya habis dan tidak ada nasi tapi ingin makan, mereka harus membeli makanan di luar desa. ”Misalnya pengin soto atau rujak cingur, kan ribet bikinnya, ya saya keluar desa beli,” ujarnya.
Bahkan, jika ada pendatang yang hendak membuat usaha nasi, warga setempat dan beberapa pamong desa memberikan imbauan kepada orang tersebut. ”Dulu pernah gitu, kaget sekampung ada orang jualan nasi,” kenangnya. ”Jadi, kalau ada orang luar yang jualan tulisannya nasi pecel atau nasi khas Randegan, palsu itu,” tegasnya lantas tertawa.
Kepala Desa Randegan Mochamad Syamsul Halim mengatakan hal serupa. ”Sejak saya kecil, bahkan sejak zaman bapak-ibu saya di sini, tidak ada yang jualan,” ujarnya.
Halim tidak tahu betul apa yang menyebabkan mitos tersebut ada. Kendati demikian, dia menganggap mitos itu sebagai suatu adat yang harus dijaga karena sudah tertanam sejak lama. ”Ya, kami anggap budaya saja,” tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
