
Kondisi pedestrian di Jalan Nyamplungan, Surabaya. Pekerjaan akan dilanjutkan tahun depan. Akhmad Khusaini/Jawa Pos
JawaPos.com- Pengerjaan jalur pedestrian di Jalan Nyamplungan, Surabaya, secara kontraktual sudah usai. Namun, masih tersisa PR yang harus dikerjakan dinas sumber daya air dan bina marga (DSDABM) tahun depan.
Berdasar pantauan Jawa Pos pada Rabu (28/12), di Jalan Nyamplungan sudah tidak ada lagi aktivitas pengerjaan jalur pedestrian. Namun, di trotoar masih banyak lantai yang belum terpasang.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya Adi Gunita mengatakan, pengerjaan overtopping teraso dilanjutkan tahun depan. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan rencana pengerjaan jalur pedestrian di Jalan KH Mas Mansyur. ”Awal tahun nanti, sudah mulai tahap sosialisasi lelang,’’ paparnya.
Dari 1.000 meter jalur pedestrian di Jalan Nyamplungan, hanya 100 meter yang sudah terpasang lantai teraso. Sisanya sepanjang 900 meter tersebut rencananya dimasukkan ke dalam paket lelang proyek jalur pedestrian Jalan KH Mas Mansyur.
Penyebabnya, ada pengerjaan crossing saluran di Jalan Nyamplungan ke Sungai Pegirian. Karena itu, anggaran yang seharusnya digunakan untuk memasang lantai teraso dialihkan untuk pengerjaan crossing. ”Tentu ada skala prioritas yang harus didahulukan,’’ terangnya kemarin (28/12).
Di awal tahun pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang pengerjaan jalur pedestrian. Selanjutnya, jalur pedestrian Jalan KH Mas Mansyur ditargetkan dapat dikerjakan pada Maret tahun depan. ”Pastinya pengerjaan dilakukan malam hari. Supaya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan perdagangan,’’ paparnya.
Nanti Jl KH Mas Mansyur yang diperbaiki sepanjang 800 meter. Total anggaran yang disiapkan Rp 20 miliar. Seluruh pengerjaan tersebut dimaksudkan untuk mendukung pengembangan wisata religi Ampel.
Selain pengerjaan jalur pedestrian, pada awal tahun juga akan dilakukan penataan Terminal Ampel oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. Saat ini masih dilakukan pendataan pedagang. Untuk penataan itu, disiapkan total anggaran Rp 5 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
