Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Desember 2022 | 06.50 WIB

Sumli, Perajin Akar Bahar Asli Gresik yang Tembus Pasar Mancanegara

Photo - Image

Photo

Kabupaten Gresik yang berada di wilayah pesisir memiliki potensi besar dari hasil lautnya. Salah satunya yang dilakukan Sumli, warga Desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Bawean, yang membuat tasbih dari akar bahar.

---

AKAR yang berada di dalam laut ini merupakan hewan yang menyerupai tanaman. Warnanya hitam dan konon memiliki khasiat. Dari situ akar bahar tersebut sering dimanfaatkan masyarakat. Biasanya pria yang juga pembuat kapal itu terlebih dahulu mencari akar bahar di perairan Bawean. Lantas, akar bahar tersebut dikeringkan, kemudian dibentuk seperti yang diinginkan.

Sebetulnya Sumli belum lama menjadi perajin tasbih akar bahar. Baru dua tahun belakangan ini. Alasannya pun cukup unik. Lelaki berusia kepala 4 itu ingin membuktikan bahwa kerajinan dari Gili memiliki kualitas yang bagus.

Memang sebelumnya banyak cibiran dari masyarakat bahwa kerajinan dari Gili tidaklah bagus. Itu pun menantang Sumli untuk membuat kerajinan yang berkualitas.

Benar saja, tasbih akar bahar buatannya tersebut kebanjiran pesanan. Tidak hanya dari warga Gresik, pesanan juga datang dari luar kota hingga Singapura dan Malaysia. ”Kalau tasbih harga Rp 400 ribu, mulai kecil sampai besar,” ucapnya.

Ketika mengerjakan akar bahar itu, Sumli menggunakan mesin genset. Untuk menghidupkan alat bor dan gerinda. Atau bisa juga memakai solar cell dari tenaga surya. Sebab, wilayah Pulau Gili atau Dusun Gili Timur masih belum teraliri listrik PLN.

”Setelah kayu dipotong-potong menjadi kecil, dilubangi, kemudian dihaluskan hingga mengilap. Satu tasbih bisa dikerjakan selama dua sampai tiga hari. Begitu juga dengan kayu stigi,” paparnya.

Sumli mengerjakan kerajinan ini tidak menyusut. ”Alhamdulillah, tetap ada pesanan meskipun itu tidak setiap hari,” imbuhnya.

Sumli tidak hanya fokus pada akar bahar. Dia juga membuat tasbih dari batu marjan. Jenis batu karang warna merah tersebut sangat banyak peminat dan order dari negara tetangga Singapura dan Malaysia.

”Biasanya warga Bawean yang punya saudara di Singapura dan Malaysia pesan tasbih dari batu marjan ini. Untuk keperluan perhiasan maupun alat ibadah. Juga ada beberapa pesanan dari Jawa. Harganya mulai Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta,” ungkapnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore