
Photo
Kabupaten Gresik yang berada di wilayah pesisir memiliki potensi besar dari hasil lautnya. Salah satunya yang dilakukan Sumli, warga Desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Bawean, yang membuat tasbih dari akar bahar.
---
AKAR yang berada di dalam laut ini merupakan hewan yang menyerupai tanaman. Warnanya hitam dan konon memiliki khasiat. Dari situ akar bahar tersebut sering dimanfaatkan masyarakat. Biasanya pria yang juga pembuat kapal itu terlebih dahulu mencari akar bahar di perairan Bawean. Lantas, akar bahar tersebut dikeringkan, kemudian dibentuk seperti yang diinginkan.
Sebetulnya Sumli belum lama menjadi perajin tasbih akar bahar. Baru dua tahun belakangan ini. Alasannya pun cukup unik. Lelaki berusia kepala 4 itu ingin membuktikan bahwa kerajinan dari Gili memiliki kualitas yang bagus.
Memang sebelumnya banyak cibiran dari masyarakat bahwa kerajinan dari Gili tidaklah bagus. Itu pun menantang Sumli untuk membuat kerajinan yang berkualitas.
Benar saja, tasbih akar bahar buatannya tersebut kebanjiran pesanan. Tidak hanya dari warga Gresik, pesanan juga datang dari luar kota hingga Singapura dan Malaysia. ”Kalau tasbih harga Rp 400 ribu, mulai kecil sampai besar,” ucapnya.
Ketika mengerjakan akar bahar itu, Sumli menggunakan mesin genset. Untuk menghidupkan alat bor dan gerinda. Atau bisa juga memakai solar cell dari tenaga surya. Sebab, wilayah Pulau Gili atau Dusun Gili Timur masih belum teraliri listrik PLN.
”Setelah kayu dipotong-potong menjadi kecil, dilubangi, kemudian dihaluskan hingga mengilap. Satu tasbih bisa dikerjakan selama dua sampai tiga hari. Begitu juga dengan kayu stigi,” paparnya.
Sumli mengerjakan kerajinan ini tidak menyusut. ”Alhamdulillah, tetap ada pesanan meskipun itu tidak setiap hari,” imbuhnya.
Sumli tidak hanya fokus pada akar bahar. Dia juga membuat tasbih dari batu marjan. Jenis batu karang warna merah tersebut sangat banyak peminat dan order dari negara tetangga Singapura dan Malaysia.
”Biasanya warga Bawean yang punya saudara di Singapura dan Malaysia pesan tasbih dari batu marjan ini. Untuk keperluan perhiasan maupun alat ibadah. Juga ada beberapa pesanan dari Jawa. Harganya mulai Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta,” ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
