
Photo
JawaPos.com- Asosiasi Muda-Mudi Buddhist Indonesia atau Young Buddhist Association Indonesia (YBAI) bersama Yayasan Ecoton, Sabtu (24/12) melepaskan ribuan jenis ikan di Sungai Kalimas, Surabaya. Mereka juga menggalang dana untuk pembuatan trash boom (penghadang sampah).
Ritual dengan tujuan menjaga ekosistem hayati tersebut mereka namakan Fang Sheng, salah satu tradisi agama Buddha. ‘’Ribuan satwa air yang dilepas itu di antaranya ikan gabus, bulus, dan belut,’’ ungkap William Vijjadhammo, koordinator panitia Fang Sheng dari YBAI, dalam rilis yang diterima JawaPos.com.
Ribuan satwa yang dilepas di Sungai Kalimas itu didapat atau dibeli dari pasar ikan, suplier dari berbagai supermarket, dan restoran-restoran di Kota Surabaya dan sekitarnya. “Ini donasi dari 114 donatur sehingga berhasil mengumpulkan sebanyak 42 kilogram ikan gabus, 828,5 kilogram belut, dan dua ekor bulus," kata William.
Dia meyakini, ikan-ikan yang akan disembelih dan dikonsumsi itu sangat menderita. Karena, dibebaskan ke lingkungan habitatnya. Tujuannya, agar ikan ini bisa melanjutkan hidup, berkembang biak, dan memberi banyak manfaat kepada alam. ’’Kegiatan ini merupakan salah satu ritual agama Buddha yang dikenal dengan melepaskan mahluk hidup kembali ke alam bebas atau ke habitat aslinya,’’ jelasnya.
Fang Sheng, lanjut William, merupakan kegiatan melepas satwa yang terancam terbunuh ke alam bebas. ’’Agar kita sebagai manusia terhindar dari marabahaya dan mendapatkan kebaikan karena menolong mahluk yang menderita," imbuhnya.
Selain melaksanakan ritual Fang Sheng, YBAI juga menggalang dana untuk pembuatan trash boom di sungai. Tujuannya, menyelamatkan mahluk hidup di lautan atau sungai agar tidak tercemar sampah dan plastik akibat ulah-ulah manusia yang membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Deputi Eksternal dan Kemitraan Yayasan Ecoton A. Aziz mengatakan, pelepasan mahluk hidup ini merupakan salah satu kegiatan pengembalian satwa dan ikan pada tempat asalnya. Apalagi, lokasi pelepasan itu merupakan kawasan suaka ikan Kali Surabaya sesuai SK Gubernur Jatim. ‘’Lokasi ini sebagai tempat bertelurnya dan berkembang biak hewan seperti belut dan bulus,’’ paparnya.
Azis menegaskan, kegiatan seperti ini tentu akan membantu menambah ekosistem dan keanekaragaman hayati di Kali Surabaya. Karena itu, pihaknya mengaku senang dan bangga karena YBAI juga menggalang dana untuk menginisiasi pembuatan trash boom. ’’Tujuan pemasangan trash boom untuk mengetahui jumlah debit sampah yang masuk ke badan air sungai di suatu kawasan,’’ ucap Aziz.
Trashboom, lanjut dia, juga berguna untuk menangkap sampah sungai agar tidak bocor ke laut. Trash boom salah satu teknologi yang membantu pengelolaan sungai. Alat ini juga sangat bermanfaat untuk menganalisis komposisi sampah yang telah masuk ke badan air sungai.
Berdasarkan studi lapangan yang telah dilakukan Ecoton di Kali Pelayaran Sidoarjo, komposisi sampah yang didapat meliputi sampah organik, sampah plastik termasuk kemasan sachet, sedotan, botol, dan kantong kresek. “Kami berterima kasih kepada Young Buddhist Association atas support dan kepercayaannya karena sudah memilih kawasan suaka ikan sebagai lokasi pelepasan satwa,’’ ungkapnya.
Aziz berharap, kolaborasi itu untuk bersama menjaga kelestarian sungai itu terus terjalin. Sebab, biota-biota sungai membutuhkan air yang bersih dan ekosistem yang layak untuk mendukung perkembangbiakan dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
