
Photo
JawaPos.com- Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kembali mendapatkan tamu kapal pesiar berukuran raksasa. Kapal pesiar Genting Dream bersandar dengan membawa 2.900 wisatawan asing. Meski kapal hanya bersandar sekitar 10 jam, kunjungan para wisatawan menjadi berkah besar bagi sejumlah objek wisata di Kota Pahlawan dan sekitarnya.
Penampilan kelompok seniman reog Ponorogo menyambut kedatangan kapal pesiar Genting Dream kemarin (20/12) pagi. General Manager (GM) Pelabuhan Kalimas dan Terminal Penumpang Dany Rachmad Agustian mengatakan, salah satu kapal wisata terbesar di Asia itu berangkat dari Singapura. ’’Ini termasuk kapal paling besar yang masuk di pelabuhan dan menjadi kapal pesiar terakhir tahun ini,’’ ungkapnya.
Setelah singgah di Surabaya, kapal itu dijadwalkan berlabuh di Bali, selanjutnya kembali lagi ke Singapura. Di Pelabuhan Tanjung Perak, kapal hanya singgah selama 10 jam, mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Sembari menunggu waktu berangkat, para wisatawan diajak city tour di beberapa tempat bersejarah Surabaya seperti Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Surabaya Kriya Gallery, hingga Hotel Majapahit.
Tak hanya itu, para turis juga diajak untuk lebih mengenal tempat bersejarah di Trowulan, Mojokerto. Untuk mengakomodasi ribuan wisatawan tersebut, dikerahkan 24 bus pariwisata dengan didampingi masing-masing satu tour guide.
Kemeriahan dalam menyambut kapal pesiar semakin terasa karena hadirnya tampilan musik keroncong di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN). Di tempat tersebut, juga ada 22 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan produk unggulan mereka. Mulai kuliner hingga suvenir.
Dany mengatakan akan terus membenahi fasilitas di pelabuhan untuk menyambut kedatangan kapal pesiar tahun depan. Hingga saat ini, sebanyak 13 kapal pesiar telah terkonfirmasi akan singgah di Pelabuhan Tanjung Perak. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. ’’Januari ada satu kapal, disusul Februari ada dua kapal,’’ tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, dengan datangnya kapal pesiar, destinasi wisata di Kota Pahlawan menjadi lebih dikenal. Selain itu, datangnya wisatawan mancanegara menjadi tantangan disbudporapar untuk terus mengembangkan wisata di Surabaya.
Kolaborasi dengan agen wisata dan pegiat pariwisata juga terus dilakukan guna membantu mempromosikan wisata di Surabaya. ’’Ini memacu kami untuk berinovasi mengembangkan potensi wisata Surabaya,’’ terangnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
