
Photo
JawaPos.com- Beberapa musibah amuk api terjadi menjelang pergantian tahun. Beberapa di antaranya di wilayah Gresik dan Sidoarjo. Si jago merah itu meludeskan rumah hingga tempat usaha. Karena itu, masyarakat pun diminta untuk terus waspada terhadap sumber amuk api.
Di wilayah hukum Gresik, misalnya. Senin (19/12) sore, sekitar pukul 14.29 WIB, api membakar rumah usaha katering di Jalan Malang Nomor 33, Gresik Kota Baru (GKB), Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar. Barang-barang di rumah itupun ludes.
‘’Objek kebakaran satu unit rumah dan dapur katering berlantai tiga,’’ kata Agustin Halomoan Sinaga, kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik.
Sinaga menjelaskan, pihaknya mendpatkan laporan peristiwa kebakaran tersebut sekitar pukul 14.29 WIB. Berselang lima menit kemudian, anggota Damkarla sudah tiba di TKP. ‘’Kami mengirimkan satu unit mobil pemadam dan beberapa unit mobil suplai,’’ paparnya.
Dari keterangan yang didapat, kronologi kejadian berawal saat pemilik rumah mengganti tabung elpiji. Sedetik kemudian, langsung menyambar dan membakar barang-barang di sekitarnya. ’’Karena tempat terjadinya kebakaran adalah dapur untuk katering sehingga dengan cepat api membakar di sekitarnya,’’ ucap Sinaga.
Informasi tambahan, lanjut dia, dapur untuk tempat usaha katering tersebut menggunakan dua jenis bahan bakar. Yakni, tabung elpiji dan sambungan pipa dari Perusahaan Gas Negara (PGN). ‘’Setelah dua jam bekerja, akhirnya api berhasil dijinakkan petugas,’’ ungkap mantan kepala dinas pemuda dan olahraga itu.
Jumlah kerugian pasti, masih dalam hitungan pihak berwenang. Yang jelas, beberapa barang yang ikut terbakar antara lain delapan tabung elpiji ukuran 3 kilogram dan dua unit sepeda motor. ‘’Kejadian ini menambah banyak jumlah kasus kebakaran. Selama bulan ini atau Desember, terjadi tiga kasus kebakaran,’’ paparnya.e
Sebelumnya, pada Sabtu (17/12), diduga karena asyik merokok saat sedang menambal ban, sebuah lapak dan kios bunga di Jalan Raya Petiken, Desa Petiken, Driyorejo, juga ludes dilalap api. Lapak itu milik Suparto, 62. Amuk api juga membuat istri Suparto ikut mengalami luka bakar. Korban harus mendapatkan perawatan medis.
Informasi yang dihimpun, saat itu Suparto sedang melayani pengendara motor untuk tambal ban. Suparto merokok lalu membuang puntungnya sembarang. Eh, tidak tahunya, puntung itu mengenai bensin eceran. Puntung rokok yang masih menyisakan bara api pun menjadi pemicu kebakaran. Dalam sekejap, api dengan cepat membesar.
’’Istri pemilik lapak dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan karena sempat tersambar api,” ujar Rofiq, salah seorang saksi.
Kepala Dinas Damkarala Gresik Agustin Halomoan Sinaga juga membenarkan kejadian tersebut. “Dari beberapa kejadian, kecepatan masyarakat untuk melapor begitu ada kejadian sangat kami harapkan. Dengan demikian, petugas dengan cepat merespons,’’ tegasnya.
Si Jago Merah Menyala saat Penghuni Terlelap
Sementara itu, sebuah rumah di gang kecil di kawasan Lemahasin, Kecamatan Gedangan, Minggu (18/12) dini hari juga dilalap jago merah. Api menghanguskan segala isi rumah seluas sekitar 90 meter persegi itu.
Saat petugas Polsek Gedangan datang untuk olah TKP, Ellen Novita, pemilik rumah, menyatakan bahwa dirinya tidak tahu penyebab kebakaran. Saat kejadian, perempuan 35 tahun itu sedang tidur di kamar depan dengan suaminya. Adapun anaknya di kamar bagian tengah. ’’Saya tahunya pas ada orang dari luar teriak kebakaran,’’ tuturnya.
Mendengar suara teriakan kebakaran oleh tetangganya, Ellen terbangun sekitar pukul 02.30 WIB. ’’Pas kebangun, nggak lama ada yang gedor-gedor pagar, saya panik,’’ ungkapnya.
Akhirnya Ellen beranjak ke depan untuk memeriksa. Alangkah kagetnya dia setelah membuka pintu melihat bagian teras sudah terbakar. Ellen langsung menuju ke kamar untuk membangunkan suami dan dua anaknya. ’’Untung, ada beberapa bagian yang tidak terbakar di teras. Kami akhirnya bisa keluar,’’ ujarnya.
Tidak lama kemudian, api merambat masuk ke rumahnya. Beberapa warga membantu dengan menyiram api seadanya. Berselang 20 menit kemudian, Unit Damkar Buduran datang dan berusaha mengulurkan slang untuk segera menyemprot rumah Ellen.
’’Habis semua. Ini dua motor, Karisma sama Vario, hangus, Mas. Nggak berupa. Untung tidak meledak,’’ ungkapnya.
Tampak kerangka motor ada di depan dan dalam rumah. Bukan hanya motor, melainkan hampir seluruh perabotan rumah, mulai pakaian hingga kasur. ’’Dokumen berharga juga tidak terselamatkan,’’ tuturnya.
Menurut Kabid Damkar BPBD Sidoarjo Nawari, ada dua mobil damkar yang diturunkan Unit Buduran. Sekitar pukul 04.30 WIB, api padam dan dilanjutkan dengan pembasahan.
Salah satu kendala yang dialami petugas damkar adalah akses menuju lokasi kebakaran yang sempit sehingga mobil damkar harus memutar. ’’Mobil di dalam gang, terus slang kami tarik sekitar 100 meter lebih untuk bisa memadamkan api di rumah tersebut,’’ ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
