
Photo
JawaPos.com- Kondisi Sungai Mangetan Kanal di Kecamatan Sukodono, tepatnya di pintu air Desa Bangsri, Sidoario. penuh dengan sampah dan enceng gondok. Padahal, seminggu sekali sudah dibersihkan.
Agus Waluyo, warga Sukodono, menyebut sungai kotor itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Memang ada petugas yang membersihkan. Namun, dia juga heran mengapa selalu penuh kotoran lagi. ’’Pagi berangkat kerja selalu lewat situ. Seringnya banyak sampah, sampai menumpuk tertahan di pintu air,’’ jelasnya.
Kondisi itu menimbulkan pemandangan tidak nyaman. Apalagi jika sampah yang tersangkut besar. ’’Kadang juga bau. Karena ternyata bangkai ayam juga nyangkut,’’ ujar Agus. Dia berharap ada solusi jangka panjang penanganan sampai di titik itu. Menurutnya, tidak cukup jika hanya dibersihkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Dwi Eko Saptono menyatakan, sungai itu rutin dibersihkan seminggu sekali. Bahkan, satu alat berat dan satu truk pengangkut sampah diletakkan di sekitar lokasi. Setiap kali sungai penuh, petugas membersihkannya. ’’Rata-rata seminggu sekali ada pembersihan dan pengerukan. Memang walaupun sudah dibersihkan, ada sampah lagi,’’ terangnya.
Menurut dia, sampah itu tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga kiriman dari wilayah baratnya. Karena itu, saat ada pagar pembatas di sungai seperti di pintu air, sampah terhalang dan menumpuk di sana. Solusinya saat ini adalah pembersihan rutin seperti penempatan mobil backhoe dan truk di sana.
Kalaupun di pagar besi, sampahnya tetap ada. Hanya memudahkan pengambilan saja karena terkumpul di berbagai titik. ’’Itu tidak mengurangi sampah, hanya beda penanganan per titik,’’ katanya.
Dwi menyebutkan, pembersihan tidak hanya dilakukan di Bangsri, tapi juga di hulu sungainya. Jadi, sampah tidak sampai terbawa aliran sungai. Misalnya, kemarin (16/12). Pihaknya membersihkan Mangetan Kanal yang berada di Kecamatan Krian. ’’Pembersihan juga dilakukan di hulu sehingga sampah tidak terlarung dan tidak bikin kotor hilir,’’ papar Dwi.
Dia menuturkan, solusi jangka panjang hanya bisa dilakukan dengan mengurangi tingkat pencemaran air sungai. Seperti mengurangi pembuangan sampah di sungai. ’’Jadi, pengendalian pencemaran sungai perlu dikuatkan bersama instansi terkait lainnya,’’ ucapnya.
Dwi juga ingin masyarakat lebih sadar untuk tidak membuang sampah di sungai. Sebab, satu orang yang membuang sampah, dampaknya dirasakan semua.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
