Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Desember 2022 | 20.48 WIB

Sebagian Daerah di Jatim Masih Blank Spot Siaran TV Digital

Pedagang melayani pembeli set top box (STB) TV Digital di pusat elektronik  Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (4/2/2022). Hari pertama migrasi tv analog ke tv digital  membuat penjualan STB meningkat pesat. Bahkan sudah sejak 2 minggu sebelum migrasi s - Image

Pedagang melayani pembeli set top box (STB) TV Digital di pusat elektronik Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (4/2/2022). Hari pertama migrasi tv analog ke tv digital membuat penjualan STB meningkat pesat. Bahkan sudah sejak 2 minggu sebelum migrasi s

JawaPos.com – Sederet masalah masih berpotensi muncul saat penerapan analog switch off (ASO) alias penghentian siaran TV analog di wilayah Jatim pada 20 Desember mendatang.

Selain belum tuntasnya distribusi set top box (STB) atau perangkat penangkap siaran TV digital bagi sasaran penerima, sejumlah daerah di sekitar wilayah Jatim 1 yang masuk area ASO berpotensi belum bisa menerima layanan siaran televisi digital. Penyebabnya, belum meratanya jangkauan sinyal digital.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim Immanuel Yosua Tjiptosoewarno menyatakan, sebenarnya sarana-prasarana penerapan ASO di wilayah Jatim 1 sudah siap. Termasuk kesiapan pemancar TV digital oleh lembaga penyiaran yang punya hak siar.

’’Hanya, belum semua lembaga penyiaran memaksimalkan jangkauannya saat ini,’’ ucapnya kemarin.

Dari laporan yang diterima KPID, masih ada area blank spot (tak tersentuh) sinyal TV digital. Terutama di perbatasan wilayah Jatim 1. Sebagaimana perbatasan Bangkalan dan Lamongan. Akses pemancar sinyalnya belum merata.

’’Karena ada lembaga penyiaran yang masih menggunakan 50 persen kemampuan pemancarnya,’’ paparnya.

Karena itu, KPID merekomendasikan agar uji coba ASO dilakukan sebelum 20 Desember. Sekaligus mengetes jangkauan layanan TV digital di wilayah-wilayah Jatim 1.

Selain soal keterjangkauan, yang masih dituntaskan adalah distribusi STB untuk sasaran penerima serta ketersediaan STB untuk warga umum di pasaran. ’’Kami minta pemerintah pusat membantu daerah untuk percepatan,’’ katanya.

Sementara itu, Plt Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo) Jatim Hudiyono menyatakan, pemberlakuan ASO di Jatim mulai 20 Desember mendatang merupakan kebijakan pusat yang harus dipatuhi. Karena itu, saat ini pemerintah daerah yang sedang dikebut adalah pembagian STB ke rumah tangga miskin.

’’Dari data hingga 7 Desember, pendistribusiannya mencapai 78,06 persen,’’ kata Hudiyono.

Selain itu, kata Hudiyono, pemerintah memberikan kesempatan bagi rumah tangga miskin (RTM) yang mengalami kesulitan untuk membeli STB. Mereka bisa mengajukan permohonan STB gratis. ’’Pendaftarannya melalui cekbantuanstb.kominfo.go.id,’’ katanya.

Dia menambahkan, penerapan ASO hanya berlaku untuk sepuluh wilayah yang masuk Jatim 1. Sementara itu, perluasannya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

SEPUTAR SUNTIK MATI TV ANALOG DI JATIM

Pelaksanaan:

- Dimulai pada 20 Desember pukul 00.00.

- Tahap awal diberlakukan di wilayah Jatim 1 yang meliputi Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, dan Kota Surabaya.

Persiapan:

Distribusi Set Top Box:

- Sasaran penerima sebanyak 228.148 RTM

- Realisasi mencapai 175.233 RTM

- Distribusi STB ditargetkan tuntas sebelum 20 Desember

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore