Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Desember 2022 | 17.20 WIB

Ke Pasar Gembong, Wawali: Ini Sisi Unik dari Denyut Kota Surabaya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pasar Loak Gembong Asih Surabaya, sejauh ini masih tetap memiliki pangsa tersendiri. Aktifitas jual-beli barang-barang dan perkakas terus berjalan. Namun, seiring perubahan, daya tariknya mungkin tidak seperti dulu. Butuh sentuhan superekstra untuk membangkitkan pasar di Jalan Gembong Tebasan, Kapasari, tersebut.

’’Di kawasan Pasar Loak ini barang bekas seperti sampah rumah tangga bisa menjadi barang berharga. Sampah bisa jadi rupiah,’’ kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ketika berkunjung ke Pasar Gembong Asih.

Di Pasar Gembong Asih, banyak barang bekas yang masih berfungsi dijajakan para pedagang. Barang itu belum terlalu rusak. Mulai dari sepatu, baju, peralatan rumah tangga, barang elektronik, dan barang-barang lawas. ’’Semua ada di sini,’’ ucap Armuji.

Saat mendatangi Pasar Loak itu, Armuji juga didampingi dinas perhubungan, dinas koperasi perdagangan dan UKM, dan Satpol PP. Mereka berkeliling ke pasar legendaris di Kota Pahlawan itu. ’’Ada sejumlah aspirasi yang masuk. Di antaranya papan penunjuk arah dan selamat datang di pasar agar dibuat lebih besar sehingga masyarakat luas tahu bahwa di dalam ada pasar,’’ ungkap mantan ketua DPRD Surabaya itu.

Selain itu, lanjut dia, beberapa pedagang meminta agar petugas menertibkan pedagang yang berjualan di tepi jalan. Tujuannya, pembeli mau masuk ke lokasi pasar yang dikelola pemkot itu. ’’Tolong untuk Satpol PP tegas menertibkan pedagang yang tidak masuk ke dalam lokasi pasar sehingga nanti bisa tertib, tidak iren-irenan,’’ pintanya.

Sebetulnya, sudah berulangkali petugas gabungan melakukan penertiban. Tapi, rupanya tidak mudah. Sehari tertib, sehari berikutnya kembali lagi. Kucing-kucingan. Pemkot dan beberapa pihak juga sempat mewacanakan membangun pasar itu menjadi lebih bagus. Bangunan bertingkat.

Kemudian, bangunan baru itu sekaligus menjadi tempat berdagang pasar tumpah di jalanan di Kota Surabaya. Sebut saja, Pasar Minggu di Jalan Pahlawan, pedagang di Jalan Demak, dan beberapa pasar tumpah lainnya. Namum, wacana tersebut masih dalam kajian,

Dalam kesempatan kunjungan itu, Wawali juga mengajak agar para pedagang melek digital. Dengan demikian, mereka mampu menawarkan barang dagangannya secara daring. ‘’Bagi saya, Pasar Gembong Asih adalah sisi unik dari denyut Kota Surabaya, yang apabila dikelola dengan baik, maka akan mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga,’’ pungkasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore