Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 04.19 WIB

Pemkot Surabaya Optimalkan Gerakan Pasar Murah, Solusi Jitu Hadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Pemkot Surabaya optimalkan Gerakan Pasar Murah untuk kendalikan harga bahan pokok. - Image

Pemkot Surabaya optimalkan Gerakan Pasar Murah untuk kendalikan harga bahan pokok.

JawaPos.com–Pemkot Surabaya mengambil sejumlah langkah untuk mengendalikan kenaikan harga beberapa bahan pokok di atas HET (harga eceran tertinggi) atau HAPK (harga acuan penjualan di konsumen). Sejumlah langkah tersebut, telah dijalankan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan, beberapa langkah yang telah diambil pemkot dalam mengendalikan harga bahan pokok. Di antaranya, melakukan monitoring harga komoditas pangan di pasar setiap hari dan menjalin kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan.

”Kita juga membuat Kios TPID untuk menjual beras sesuai HET serta melakukan operasi pasar. Selain itu, kita juga melakukan Gerakan Pasar Murah dan melakukan Gerakan Tanam Bersama untuk tanaman cepat panen,” kata Antiek Sugiharti, Senin (19/2).

Menurut Antiek, kenaikan harga bahan pokok terutama beras, terjadi sejak akhir Oktober 2023. Hal itu karena musim kemarau berkepanjangan sebagai dampak El Nino dan juga adanya Hari Besar Keagamaan Nasional serta tahun baru.

”Jadi, sejak akhir Oktober 2023 harga beras sudah mulai naik,” terang Antiek Sugiharti.

Untuk mengendalikan harga bahan pokok tersebut, Pemkot Surabaya mengoptimalkan Gerakan Pasar Murah sebanyak dua kali dalam seminggu. Pasar murah tersebut berada di Balai RW atau pendopo kelurahan dan kecamatan.

”Selain itu, kita juga mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah setiap sebulan sekali berlokasi di daerah padat penduduk yang menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar dan penyaluran beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) ke kios-kios TPID,” tutur Antiek Sugiharti.

Di samping itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan distributor atau produsen bahan pokok agar tidak melakukan penimbunan.

”Kami juga meminta mereka agar menjual bahan pokok dengan harga normal atau sesuai ketentuan,” ujar Antiek Sugiharti.

Nah, untuk mengevaluasi efektivitas langkah-langkah yang telah diambil, Antiek menyatakan, pihaknya melakukan rapat koordinasi setiap dua kali dalam seminggu.

”Rapat koordinasi dilakukan dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) dan rapat koordinasi dengan TPID,” papar Antiek Sugiharti.

Antiek menambahkan, sudah ada regulasi yang mengatur tentang HET beras, yaitu Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 7 Tahun 2023. Nah, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi harga bahan pokok, pemkot telah melengkapi sejumlah pasar yang dikelola PD Pasar Surya dengan layar monitor.

”Pasar Wonokromo, Genteng, Pucang, Tambahrejo dan Pabean, sudah ada layar monitor yang menampilkan harga harian  komoditas yang dijual di pasar tersebut, sehingga masyarakat bisa cerdas dalam membeli,” tambah Antiek.

Tak hanya itu, Antiek memaparkan, sebagai langkah jangka pendek dalam mengendalikan harga bahan pokok terutama beras, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Bulog. Hal itu diharapkan agar Bulog rutin mendistribusikan beras, khususnya SPHP ke pasar-pasar dan kios TPID.

”Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkot Surabaya akan menambah kerja sama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok di Kota Surabaya,” ungkap Antiek Sugiharti.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore