
Photo
JawaPos.com- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik meminta warga untuk mewaspadai teror ular. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir ini, petugas telah mengamankan banyak ular di pemukiman warga. Pada bulan ini saja telah melakukan 7 kali penyelamatan.
Terakhir pada Minggu (13/11) malam, petugas juga telah melaksanakan rescue di Jalan Permata Timur, Perumahan Graha Bunder Asri, Kembangan, Kecamatan Kebomas. ‘’Objeknya kembali berupa ular jenis piton sanca dengan panjang sekitar 3,5 meter,’’ kata Kepala Dinas Damkarla Pemkab Gresik Agustin H. Sinaga, Selasa (15/11).
Dia menjelaskan, petugas sempat kerepotan menangkap ular tersebut. Binatang melata itu berada di dalam got kering. Dalam proses penangkapan, petugas sampai membawa satu unit truk supply berisi air. ‘’Air itu untuk menyemprot got karena ular tersangkut dan terjepit di bawah tembok. Sekitar satu jam proses rescue itu. Sampai Senin dini hari,’’ paparnya.
Sinaga mengungkapkan, meski sudah banyak melakukan rescue berupa ular di kawasan pemukiman, namun bersyukur sejauh ini belum sampai ada korban. Maksudnya, ular itu menggigit manusia. ‘’Yang penting, kalau bukan ahlinya, jangan sampai bertindak sendiri. Masyarakat cepat melapor kami. Petugas yang akan bertindak,’’ kata mantan kepala dinas pemuda dan olahraga itu.
Sementara itu, di Surabaya, penyelamatan ular oleh petugas juga cukup banyak. Pada Senin (14/11), misalnya. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengevakuasi ular sanca sepanjang 4 meter dan berdiameter 30 sentimeter di Jalan Jemur Andayani 1. Ular itu berada di kolam samping masjid.
Menurut Kepala DPKP Surabaya Dedik Irianto, belum ada laporan ular itu memakan hewan ternak atau menyerang warga. Namun, supaya tak membahayakan lingkungan, ular itu dievakuasi.
Ular tersebut kini berada di Pos DPKP Rayon Rungkut dan segera diserahkan ke balai konservasi sumber daya alam (BKSDA). ’’Termasuk kategori besar karena biasanya lebih sering panjang 2 meter,’’ katanya.
Dedik belum mengetahui apakah ular tersebut memang liar atau sengaja dilepaskan. Sebab, DPKP pernah mendapatkan permintaan evakuasi dari pemilik yang sudah tidak sanggup memberi pakan ular peliharaannya. Serta, temuan ular itu berada di permukiman padat penduduk.
Selama ini, DPKP mengevakuasi berbagai jenis hewan, mulai lebah, ular, kucing, anjing, hingga biawak. Bahkan, pada tahun ini proses evakuasi mencapai 653 penanganan se-Surabaya.
Evakuasi itu didominasi lebah sebanyak 252 kali dan ular sebanyak 244 penanganan. ’’Ular memang sering ditemukan saat musim hujan. Hampir setiap hari ada, terutama di pinggiran kota,’’ terangnya. Jika membutuhkan bantuan, warga langsung call 112.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
