Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 November 2022 | 00.48 WIB

Waspada, Musim Teror Ular di Pemukiman Warga

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik meminta warga untuk mewaspadai teror ular. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir ini, petugas telah mengamankan banyak ular di pemukiman warga. Pada bulan ini saja telah melakukan 7 kali penyelamatan.

Terakhir pada Minggu (13/11) malam, petugas juga telah melaksanakan rescue di Jalan Permata Timur, Perumahan Graha Bunder Asri, Kembangan, Kecamatan Kebomas. ‘’Objeknya kembali berupa ular jenis piton sanca dengan panjang sekitar 3,5 meter,’’ kata Kepala Dinas Damkarla Pemkab Gresik Agustin H. Sinaga, Selasa (15/11).

Dia menjelaskan, petugas sempat kerepotan menangkap ular tersebut. Binatang melata itu berada di dalam got kering. Dalam proses penangkapan, petugas sampai membawa satu unit truk supply berisi air. ‘’Air itu untuk menyemprot got karena ular tersangkut dan terjepit di bawah tembok. Sekitar satu jam proses rescue itu. Sampai Senin dini hari,’’ paparnya.

Sinaga mengungkapkan, meski sudah banyak melakukan rescue berupa ular di kawasan pemukiman, namun bersyukur sejauh ini belum sampai ada korban. Maksudnya, ular itu menggigit manusia. ‘’Yang penting, kalau bukan ahlinya, jangan sampai bertindak sendiri. Masyarakat cepat melapor kami. Petugas yang akan bertindak,’’ kata mantan kepala dinas pemuda dan olahraga itu.

Sementara itu, di Surabaya, penyelamatan ular oleh petugas juga cukup banyak. Pada Senin (14/11), misalnya. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengevakuasi ular sanca sepanjang 4 meter dan berdiameter 30 sentimeter di Jalan Jemur Andayani 1. Ular itu berada di kolam samping masjid.

Menurut Kepala DPKP Surabaya Dedik Irianto, belum ada laporan ular itu memakan hewan ternak atau menyerang warga. Namun, supaya tak membahayakan lingkungan, ular itu dievakuasi.

Ular tersebut kini berada di Pos DPKP Rayon Rungkut dan segera diserahkan ke balai konservasi sumber daya alam (BKSDA). ’’Termasuk kategori besar karena biasanya lebih sering panjang 2 meter,’’ katanya.

Dedik belum mengetahui apakah ular tersebut memang liar atau sengaja dilepaskan. Sebab, DPKP pernah mendapatkan permintaan evakuasi dari pemilik yang sudah tidak sanggup memberi pakan ular peliharaannya. Serta, temuan ular itu berada di permukiman padat penduduk.

Selama ini, DPKP mengevakuasi berbagai jenis hewan, mulai lebah, ular, kucing, anjing, hingga biawak. Bahkan, pada tahun ini proses evakuasi mencapai 653 penanganan se-Surabaya.

Evakuasi itu didominasi lebah sebanyak 252 kali dan ular sebanyak 244 penanganan. ’’Ular memang sering ditemukan saat musim hujan. Hampir setiap hari ada, terutama di pinggiran kota,’’ terangnya. Jika membutuhkan bantuan, warga langsung call 112.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore