
Ilustrasi pemilu. Dok. JawaPos
JawaPos.com- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus mengembangkan bidang ilmu kedokteran. Sebelumnya, kampus teknologi itu telah mendirikan program studi (prodi) baru teknologi kedokteran sebagai pengembangan dari prodi teknik biomedik. Kini ITS sedang bersiap diri untuk mendirikan fakultas kedokteran (FK).
Rektor ITS Prof Mochamad Ashari mengatakan, ke depan dunia kesehatan sangat menarik dan membutuhkan perhatian tinggi. Karena itu, ITS terus mempersiapkan diri dengan mengembangkan dunia kesehatan melalui prodi-prodi baru yang berkaitan dengan dunia kesehatan. ”ITS ingin memperkuat sisi kesehatan. Salah satu alasannya, pendiri ITS sendiri adalah seorang dokter,” katanya.
Ashari mengaku, tidak mudah mendirikan FK. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai jumlah tenaga dosen dengan persyaratan khusus, memiliki rumah sakit, hingga dukungan dari berbagai pihak. ”Untuk SDM (sumber daya manusia) harus benar-benar dipersiapkan. Jumlah tenaga dosen juga harus cukup banyak dan lengkap sesuai spesialisasinya,” katanya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek), lanjut dia, masih memoratorium pendirian FK. Meski begitu, ITS terus jalan dalam mempersiapkan persyaratan pendirian FK. Mulai rumah sakit hingga SDM. ”Tinggal sedikit lagi persiapannya. Tinggal di-submit nanti. Mudah-mudahan segera bisa dibuka lagi untuk pendirian FK,” ujarnya.
Ashari menuturkan, dengan begitu ITS bisa ikut berkontribusi dalam memajukan dunia kedokteran. Tentunya, dunia kedokteran yang akan dikembangkan sedikit berbau teknologi. ”Ke depan, yang namanya teknologi kedokteran berkembang. Jadi, antara teknologi dan kedokteran akan match,” kata dia.
Hal itu dibuktikan dengan kemajuan teknologi kedokteran yang dimanfaatkan untuk layanan kesehatan. Alat-alat canggih kedokteran lebih memudahkan para tenaga kesehatan. ”ITS ingin mengawinkan teknologi dan kedokteran,” ujar dia.
Selama ini, ITS juga sudah bekerja sama dengan FK Unair untuk inovasi-inovasi teknologi kedokteran. Namun, akan lebih baik lagi jika ITS bersama-sama memiliki FK. ’’Nanti yang membedakan di FK ITS, para dokternya harus memiliki literasi teknologi,” katanya.
Karena itu, sekarang kami mendirikan prodi teknologi kedokteran. Mereka akan berfokus pada teknologi kedokterannya. Sementara itu, FK akan berfokus pada pendidikan kedokteran.
”Targetnya, tahun ini semua berkas persyaratan bisa di-submit. Selain itu, ITS juga sedang mempersiapkan pembangunan rumah sakit di lahan kampus ITS Sukolilo,” ujarnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
