Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2022 | 18.32 WIB

Wali Kota Ingin Pendidikan Karakter Cegah Kenakalan Remaja di Surabaya

Ilustrasi belajar mengajar di salah satu sekolah di Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Ilustrasi belajar mengajar di salah satu sekolah di Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, penerapan kebijakan mengubah pekerjaan rumah (PR) akademik pelajar SD-SMP sederajat menjadi pendidikan karakter dinilai bisa mencegah kenakalan di kalangan remaja.

”Ketika seluruh anak di Surabaya sudah terbentuk karakter kebangsaan yang kuat, tidak akan ada namanya kenakalan remaja. Termasuk pula tawuran antarsiswa atau pelajar yang minum-minuman keras,” kata Eri Cahyadi seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Jumat (11/11).

Menurut dia, kebijakan tersebut yang mulai diterapkan pada 10 November, menegaskan bahwa PR akademik pelajar SD-SMP itu tidak dihapuskan, tapi diubah menjadi karakter. Artinya, yang dihapus hanya PR akademik sekolah dan diubah menjadi karakter.

”Jadi nanti dia (pelajar) pulang diberikan pendidikan karakter seperti salat, (menjadi) pemimpin atau apapun itu tetap ada. Saya berharap pendidikan karakter ini tidak hanya dibebankan kepada guru atau sekolah, tapi juga orang tua,” papar Eri.

Eri juga menjelaskan, selama ini, para orang tua takut ketika tidak ada PR akademik, anak-anak mereka tidak mau belajar di rumah. Hal itulah yang dinilainya belum terbentuk karakter sang anak. Jika karakter itu sudah terbentuk, tanpa diperintah anak-anak pasti akan belajar dengan sendirinya.

”Siapa yang paling lama ketemu anak, adalah orang tua. Jadi orang tua saya minta tolong dibantu membentuk karakter anak-anaknya. Jadi anak itu tanpa diminta (belajar) sudah bergerak sendiri hatinya,” ujar Eri.

Untuk itu, Eri menyatakan, dengan diberikan pelajaran di sekolah dan PR karakter di rumah, diharapkan dapat membentuk kepribadian sang anak. Terlebih lagi, karakter sang anak akan cepat terbentuk ketika turut digerakkan para orang tua.

”Maka saya minta tolong untuk orang tua, jangan anak ini kalau tidak ada PR tidak mau belajar. Ya berarti salah orang tuanya karena tidak membentuk karakter anaknya,” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore