
Photo
JawaPos.com- Sempat terhenti karena pandemi Covid-19 dan persoalan teknis, proyek pengerjaan jalur lingkar luar barat (JLLB) Surabaya kembali berlanjut. Pihak kontraktor mulai membangun jalan layang di atas perlintasan kereta api (KA).
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDAMB) Surabaya Adi Gunita menyatakan, hingga kemarin (8/11) sudah ada tujuh girder atau balok beton yang dipasang pada penyangga di sisi barat jalan. Tiga girder tambahan secepatnya akan dipasang. Targetnya rampung tiga hari lagi.
Selanjutnya, pekerja akan memindah alat dan memasang sepuluh girder di sisi timur jalan. Adi menyatakan, prosesnya bakal memakan waktu kurang lebih sepuluh hari. ’’Kami usahakan sesuai jadwal,” jelasnya.
Pemasangan girder tidak bisa berjalan sepanjang hari. Itu menyesuaikan jadwal rutin lalu lintas kereta api yang melintas di bawah proyek. Alhasil, waktu pemasangan girder pun dibatasi. Maksimal 80 menit per hari. ’’Itu sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 tiap hari. Jadi, memang terbatas,’’ papar Adi.
Pengerjaan jalan layang yang melintang di atas rel memiliki batas waktu. Kontraktor diminta merampungkan pembangunan sebelum 11 Desember. ”Supaya lalu lintas KA saat Natal dan tahun baru (Nataru) tidak terganggu pengerjaan di atas perlintasan,” ucap Adi.
Sembari menuntaskan jalan layang, kontraktor juga menggarap lahan JLLB di sisi utara rel KA. Menurut Adi, hambatan pengadaan lahan di sisi utara kini sudah klir. Sebelumnya, pembebasan lahan terhambat karena ada penambahan kebutuhan tanah untuk lalu lintas alat berat. ’’Sekarang sudah bebas 100 persen, jadi pengerjaan sisi utara berjalan lancar,’’ imbuhnya.
DSDABM Surabaya juga mulai menyiapkan proses pembebasan lahan untuk sisi selatan Jalan Raya Sememi atau kawasan Kendung. Sosialisasi kepada warga mulai berjalan.
JLLB bakal tersambung ke frontage road CitraLand, Lakarsantri, hingga Driyorejo yang berdekatan dengan Kali Makmur. Pada interchange sisi utara, JLLB bakal tersambung dengan akses menuju Gelora Bung Tomo (GBT), pintu tol Romokalisari, dan flyover Teluk Lamong. ’’Untuk titik sambungan, memang berada di lahan pengembang swasta. Jadi, skemanya akan berbeda nanti,’’ jawab Adi.
Sesuai perencanaan, panjang JLLB mencapai 18 kilometer. Akses itu bertujuan mengurangi kemacetan di beberapa titik. Saat ini pengerjaan JLLB sepanjang 2,52 km sudah rampung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
