
HARI TERAKHIR: Novi Tanjaya (empat dari kiri) mencoba produk skin care dari Frizy Beauty Care saat hari terakhir Jawa Pos Ladies Market 2022 di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6, Surabaya, Minggu (6/11). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tingginya masyarakat yang menggunakan media sosial berdampak positif terhadap bisnis kecantikan. Berbagai brand lokal pun bermunculan. Meski begitu, masyarakat harus bijak dan pintar menggunakan produk kosmetik. Sebab, Indonesia adalah daerah beriklim tropis.
Bisnis kecantikan kini naik daun. Bahkan, keberadaannya satu tingkat di bawah food and beverage (F&B). Brand lokal skin care pun ramai-ramai mengambil peran. Mereka melihat kebutuhan perempuan Indonesia. ’’Ini yang penting karena ada yang harus diperhatikan,’’ kata Fristya Dhika Pamala, founder Frizy Beauty Care, di event Jawa Pos Ladies Market, Minggu (6/11).
Fristy menuturkan bahwa ada yang harus diperhatikan perempuan Indonesia ketika memilih produk skin care. Salah satunya, melihat komposisi bahan. Selain wajib lulus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), skin care harus bisa menangkal sinar UV. Terlebih, Indonesia masuk iklim tropis.
Perempuan juga harus paham skin care yang dibutuhkan seperti apa. Menurut Fristya, hal itu dimaksudkan untuk menghindari hasil yang kurang maksimal. Sebab, tinggal di iklim tropis bukan tidak mungkin mengalami risiko keriput dan penuaan dini. Hal tersebut tidak lain disebabkan efek sinar UV. ’’Pastinya harus ada kandungan yang bisa menangkal ini,’’ ujarnya.
Perempuan penghobi bersepeda itu menjelaskan bahwa komposisi skin care seperti saffron extract flower sangat dibutuhkan. Manfaatnya, membantu mengatasi penuaan dini. Begitu juga collagen dan peptide. Dua bahan tersebut mampu membantu menjaga elastisitas kulit wajah yang semakin bertambah umur.
Sementara itu, mereka yang berjerawat bisa menggunakan skin care yang mengandung bahan niacinamide 5 persen. Bahan tersebut bermanfaat mengatasi jerawat, membantu memudarkan bekas jerawat, hingga meratakan warna kulit. Beberapa komposisi itulah yang dia gunakan di produknya tersebut.
Dia menambahkan, menyesuaikan skin care dengan iklim tropis memang sangat penting. Hal itu menghindari adanya perbedaan warna kulit akibat bahan yang digunakan. ’’Jangan sampai skin care yang digunakan itu tidak bisa menyatu dengan kulit tropis,’’ terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
