
Photo
JawaPos.com- Rencana konser Denny Caknan di Gresik, tepatnya di area Wisata Setigi, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, pada 10 November nanti tersendat. Acara bertajuk Ambyar Party 2022 itu tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Sebab, dinilai rentan terjadi kerusuhan atau tawuran.
Melalui Satintelkam, Polres Gresik telah mengeluarkan surat pembatalan izin konser penyanyi ’’Satru’’ tersebut. Surat dengan nomor B/40/X/YAN.2.2/2022 itu dikeluarkan pada 24 Oktober 2022.
Kasat Intelkam Polres Gresik AKP Nurdianto Eko Wartono ketika dikonfirmasi tidak menampik informasi tersebut. Dia mengatakan, sebelum mengeluarkan surat pembatalan, pihaknya sudah memanggil panitia dan penyelenggara konser tepatnya awal Oktober. “Kami minta tolong kepada penyelenggara untuk mengubah waktu konser di siang saja. Tidak malam hari,” ungkapnya.
Namun, ternyata pihak panitia penyelenggara tidak ada kejelasan untuk mau mengubah waktu konser tersebut. Alasan mereka untuk membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kampanye anti narkoba hingga kontrak kepada pihak-pihak lainnya yang sudah disepakati pada malam.
“Kami sepakat untuk alasan itu, tapi jangan malam hari. Dari informasi yang kami dapat, di Gresik utara itu tidak ada sejarah kegiatan konser malam. Apalagi tempatnya perbatasan (dengan Lamongan), sangat rawan tawuran. Terutama antarperguruan silat,” jelasnya.
Saran dan imbauan itu, rupanya tidak dipedulikan. Pihak Intelkam Polres Gresik pun memberi waktu 2x24 jam atau dua hari agar pihak panitia mengubah jadwal tersebut. Saran petugas, konser dimulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. “Diberi waktu dua hari tidak juga mengubah waktu konser, akhirnya kami keluarkan surat tersebut," tegasnya.
Namun, lanjut dia, selama panitia penyelenggara mau mengubah waktunya sesuai rekomendasi maka izin akan segera diberikan. "Sebaliknya, kalau tetap tidak melakukan, maka konser kami bubarkan. Karena kami tidak mau kecolongan seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,’’ ungkap Nurdianto.
Penyelenggara dan Panitia Desa Tetap Bergeming
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sekapuk Abdul Halim saat dikonfirmasi membenarkan soal perizinan tersebut. Namun, pihaknya memastikan kegiatan konser Denny Caknan tidak batal. Tetap terlaksana. Dia menyebut, pihak manajemen Denny Caknan sudah siap konser pada perayaan Hari Pahlawan 10 November nanti.
Halim menceritakan, pihaknya sudah mengirimkan surat pengajuan izin lengkap kepada Intelkam Polres Gresik sejak 15 September lalu. Namun, pihaknya tidak langsung menerima balasan surat untuk perizinan tersebut. Nah, tidak berselang lama ternyata ada kejadian tragedi Kanjuruhan atau1 Oktober lalu.
“Otomatis pihak Polres meminta jadwal konser dimajukan atau jangan di malam hari. Namun, pihak manajemen tidak bisa mengatur jadwal yang sudah disepakati sejak awal,” ungkapnya.
Halim memastikan, konser Denny Caknan tidak akan batal. Apalagi pihak penyelenggara acara (event organizer) juga telah melakukan penjualan tiket secara online. Bahkan, harga tiket pun sempat diturunkan. Awalnya, harga tiket termurah Rp 150 ribu, turun menjadi Rp 99 ribu. Dan termahal Rp 165 ribu.
“Sebagaimana instruksi Presiden, konser ini sebagai bentuk langkah pemulihan ekonomi masa transisi dari pandemi Covid-19. Kalau dulu Setigi buka sampai pukul 21.00 WIB, karena pandemi sampai pukul 17.00 WIB,” jelas Halim.
Lebih lanjut Halim menjelaskan, Hari Pahlawan 10 November merupakan momen semangat untuk peningkatan ekonomi dan pemberdayaan desa. Apalagi konser ini, juga hasil dari musyarawah desa untuk promosi wisata dan pemberdayaan masyarakat menjauhi narkoba. ’’Kalau pihak Intelkam Polres Gresik meminta mengubah jadwal konser, kami tidak mau karena kita akan kelimpungan nantinya di desa,” paparnya.
Halim menambahkan, rencananya konser itu bakal selesai sampai pukul 23.00 WIB. Namun, ada beberapa pihak merasa keneratan. Dan, sesuai hasil rapat bersama pihak-pihak terkait termasuk EO, akhirnya konser pun hanya sampai pukul 21.00 WIB. “Ini acara desa bukan PT, apalagi perorangan. Desa punya kewenangan membina masyarakat, dan meningkatkan ekonomi masyarakat di desa,” urainya.
Kalau memang pihak Polres Gresik tidak bisa membantu, tambah Halim, pihaknya tidak ada masalah. Dia akan tetap menggelar konser tersebut dengan pengamanan mandiri oleh desa.
“Kami amankan sendiri. Saya pastikan konser antinarkoba Denny Caknan tidak terancam gagal. Kami secara mandiri akan menjaga sendiri bersama masyarakat,” tegasnya.
Bahkan, pihaknya berencana mendatangkan jasa pengamanan pihak ketiga dengan jumlah 40 orang. Selain itu, pihak Polisi Militer (PM). "Untuk penjagaan di tiga pintu masuk konser beserta pengamanan saat konser berlangsung,” tambahnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
