
Pedagang tanaman dan bunga di Jembatan Merah akan dipindahkan ke area Jembatan Merah Plaza (JMP) untuk mendukung konsep Surabaya Kutho Lawas.
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berupaya menyulap kawasan utara menjadi destinasi wisata baru. Tema besarnya adalah Suroboyo Kutho Lawas. Saat ini, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) berkonsentrasi untuk menata ulang wilayah tersebut.
Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pemkot berencana menata pedagang kaki lima (PKL) di perimeter. Salah satunya PKL yang mangkal di Jalan Jembatan Merah. Mereka akan ditata dan disesuaikan konsep wisata kota lama Surabaya.
"Nanti para pedagang ini menjadi satu tempat," ujar Hidayat Syah dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).
Penataan itu menyasar lokasi yang lain yaitu PKL di Jalan Rajawali. Tujuannya menunjang pengembangan program Surabaya Kutho Lawas yang optimal. "Sebagian pedagang akan dipindah ke Jalan Gelatik," ucap Hidayat.
Kata Hidayat, titik tersebut akan mengusung penataan menarik. Rencana konsepnya adalah kawasan kopi nusantara. Pihaknya akan memasukkan pedagang makanan dan minuman untuk masuk ke area tersebut.
"Makanan yang dijual juga akan disesuaikan dengan konsep kopi nusantara. Ada kurasi yang diterapkan," jelasnya.
Sedangkan pihaknya menyiapkan langkah untuk pedagang tanaman dan bunga. Mereka akan dipindah di area Jembatan Merah Plaza (JMP). Dari pendataan sementara, ada sekitar 20 pedagang bunga.
"Mereka akan ditata untuk mendukung kawasan Eropa agar lebih hidup. Jadi, nanti wisatawan yang datang tidak hanya melihat gedung-gedung bersejarah, tetapi juga bisa membeli bunga dan kuliner di kopi Nusantara," bebernya.
Hidayat mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi. Sebab, para pedagang di kawasan tersebut sudah cukup lama berjualan dan telah memiliki pelanggan tetap. Dia berharap upaya persuasif itu segera rampung dan segera melakukan penataan.
"Pertimbangannya, kalau di Jalan Jembatan Merah, selama ini trafficnya tinggi. Jadi, kalau di Jalan Gelatik, pengunjung bisa dengan leluasa berjalan kaki sambil kulineran," urai Hidayat.
Sementara itu, Disbudporapar juga telah bekerja sama dengan JMP. Tujuannya untuk menunjang area parkir. Sebab, selama ini yang menjadi kesulitan pengunjung adalah parkir.
"Parkirnya di JMP. Kami sudah berkoordinasi agar parkir JMP bisa digunakan sampai malam. Jadi, bisa sekaligus menghidupkan kembali JMP," pungkas Hidayat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
