Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Oktober 2022 | 23.38 WIB

Mau Terbang ke Singapura, Penyelundup Baby Lobster Rp 1,3 M Ditangkap

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Langkah kaki Roni Sholeh Wahyudi yang bakal berangkat ke Singapura melalui Bandara Juanda, Sruabaya, pada Senin (17/10) lalu terhenti. Bahkan, dia harus meringkuk di sel penjara. Anggota Satgaspam Bandara Juanda dan Bea Cukai mengendus upaya jahat Roni. Menyelendupkan baby lobster bernilai miliaran .

Saat ini, pendalaman kasus pun tengah dilakukan petugas. Termasuk mencari bos besar atau otak penyelundupan tersebut. Tersangka Roni tidak membeberkan apa yang didapatkannya menjadi kurir.

Warga Jember itu mengaku baru kali pertama terjun sebagai kurir. Dia menuturkan, bos atau yang menyuruhnya hanya menanggung biaya perjalanan Surabaya–Singapura dan sebaliknya.

Penangkapan Roni dilakukan Satgaspam Bandara Juanda pada Senin lalu. Anggota Lanudal Juanda dan Bea Cukai Jatim sudah mencium aksi tersangka. Tepatnya saat pemeriksaan di X-ray. Petugas pun langsung melakukan pemeriksaan. Ternyata benar, dua koper hitam yang dibawa tersangka itu berisi puluhan ribu baby lobster.

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo menjelaskan, pihaknya sudah mendapat informasi dari intelijen. Petugas di lapangan memastikan target. Tak berlangsung lama, akhirnya pelaku diamankan.

Dari hasil penggeledahan, ternyata ada sebanyak 26.432 ekor baby lobster. ’’Ada dua jenis, yakni baby lobster mutiara dan pasir,’’ ucapnya, Selasa (18/10).

Penyelundupan tersebut membuat kerugian negara sekitar Rp 1,3 miliar. Menurut Heru, aksi itu sangat mungkin dilakukan jaringan dari kasus sebelumnya. Pada Mei lalu, pihaknya juga mengamankan 30.911 ekor baby lobster. Bahkan, nilainya sampai Rp 3 miliar.

Kasus Mei lalu dan yang kedua sama-sama tujuan Singapura. Berdasar hal tersebut, kata Heru, orang yang bermain ditengarai sama. ’’Bedanya hanya tersangka kurirnya. Tapi, terkait itu, dibutuhkan pendalaman. Termasuk mencari pemasok dan pelaku utamanya,’’ katanya.

Heru menegaskan, tidak ada kata menyerah melawan penyelundupan. Anggota gabungan dari Satgaspam Bandara Juanda serta Bea Cukai dan instansi lainnya disiapkan. Tujuannya, menekan gerak aksi penyelundupan dalam bentuk apa pun.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I Tri Wikanto menyatakan, pendalaman terus dilakukan. Pihaknya juga mencari pengepulnya dan tujuannya ke mana. Sebab, bisa juga di Singapura hanya transit, kemudian dibawa ke negara lain. Sebab, harga lobster kalau sudah besar sangat mahal. ’’Kami mencari ada hubungannya atau tidak dengan aksi sebelumnya,’’ terangnya.

Tri menyatakan, modus yang digunakan masih menggunakan cara lama. Lobster dimasukkan ke plastik, lalu ditempatkan di koper. Daya hidup lobster tidak lama. Karena itu, penyelundupan selalu menggunakan pesawat. Sebab, dua hingga tiga jam setelahnya harus ditambahkan oksigen ke dalam plastik. Jika tidak, pengiriman bisa gagal karena baby lobster mati.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore