Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 18.54 WIB

Perjuangan Warga Sidoarjo Hadapi Banjir: Naik Perahu Karet Dulu, lalu Ngantor atau Ngungsi

JALAN DAN PERUMAHAN TERGENANG: Tim BPBD Jawa Timur mengevakuasi warga terdampak banjir di Pepelegi, Waru, Sidoarjo, kemarin (7/2). - Image

JALAN DAN PERUMAHAN TERGENANG: Tim BPBD Jawa Timur mengevakuasi warga terdampak banjir di Pepelegi, Waru, Sidoarjo, kemarin (7/2).

JawaPos.com – Ada yang terpaksa menuntun sepeda motornya karena mogok. Ada pula yang menunggu jemputan keluarga atau ojek daring.

Banjir setinggi setengah meter di Jalan Raya Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), kemarin (7/2) menjadi penyebab. Akses warga pun jadi sulit.

Nurul Huda, warga Pepelegi, Waru, misalnya, bersama anak perempuannya harus naik perahu karet tim BPBD Jatim dulu. Setelah itu lanjut naik bak terbuka, juga milik BPBD Jatim, sebelum diturunkan di drop point di Jalan Raya Waru. Baru kemudian dia melanjutkan perjalanan sendiri untuk mengantarkan sang anak ke rumah saudara. Di rumah saudara di Sidoarjo itu, sang istri sudah lebih dulu mengungsi beberapa jam sebelumnya setelah subuh.

”Rumah saya di Perumahan Pepelegi Indah sana, itu sudah sedengkul. Di dalam rumah sudah semata kaki,” ucap pria 45 tahun tersebut kemarin.

Nurul dan sang anak dijemput bareng warga lainnya. Banyak di antaranya yang kemudian berangkat ngantor. ”Sampai depan perumahan nunggu mobil bak BPBD,” ujarnya.

Bukan hanya Nurul Huda yang harus mengungsi akibat luapan air banjir sampai masuk rumah. Warga Pepelegi lainnya, Siti Fatima, 57, mengaku juga harus menaiki perahu karet dan mobil angkutan untuk bisa dijemput anaknya di Jalan Raya Waru. ”Di dalam rumah saya itu (tinggi air, Red) 15 sentimeter ada,” katanya.

TERDAMPAK AIR BAH: Warga mengantre makanan di posko Waru, Sidoarjo. Banjir melanda sepuluh desa di Kecamatan Waru.

Hujan dengan intensitas deras dan waktu yang lama sejak Selasa (6/2) sore, menurut Siti, membuat luapan air bah makin meninggi hingga masuk rumah. ”Saya gak bisa tidur semalam karena awalnya yang hanya di luar naik sampai masuk rumah,” imbuhnya.

Dari pantauan lapangan, hingga pukul 14.00, banjir setinggi sekitar 50 sentimeter di Jalan Raya Pepelegi masih belum juga surut. Banjir menggenangi sepanjang 500 meter lebih jalan utama kawasan tersebut.

Beberapa perumahan serta perkampungan warga juga masih tergenang. Beberapa warga memilih mengungsi ke posko yang disediakan BPBD Jatim dan Pemkab Sidoarjo. Tapi, ada juga yang masih bertahan di rumah.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi kemarin juga meninjau langsung banjir di Pepelegi. Dia mengatakan bahwa penyediaan posko untuk pengungsian, kesehatan, serta dapur umum sudah disiapkan. ”Ada beberapa posko di tiap desa untuk menampung warga,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya turun langsung untuk mengecek kondisi sungai dan mencari tahu penyebab banjir. ”Kedalaman di Waru ini beragam. Ada yang 20 sentimeter di sisi timur. Kalau Waru sisi barat masih tinggi, hampir 50 sentimeter,” imbuhnya.

Subandi memastikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan bergerak cepat menangani banjir yang terjadi pada sepuluh desa di Kecamatan Waru itu. (eza/c9/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore