
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat inspeksi saluran air di pusat Kota Surabaya. Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–Anggaran sistem drainase di Kota Surabaya mengalami peningkatan. Pada 2022 sebesar Rp 541 miliar menjadi Rp 867 miliar pada tahun anggaran 2023.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya mengatakan, sistem drainase terbagi menjadi tiga sub kegiatan. Yakni operasi dan pemeliharaan sistem drainase, rehabilitasi saluran drainase perkotaan, serta pembangunan sistem drainase.
”Sistem drainase di Surabaya terdiri atas saluran primer, sekunder, dan tersier, didukung 67 rumah pompa serta 77 bozem (tempat penampungan air),” kata Armuji seperti dilansir dari Antara.
Cak Ji panggilan akrab Armuji mengatakan, penanganan terhadap sistem drainase perkotaan dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh. Hal itu karena beban saluran semakin berat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya pembangunan.
”Jadi akan diurai satu per satu,” kata Armuji.
Dia mengatakan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya juga melakukan pengecekan secara berkala untuk sarana pendukung. Itu meliputi 81 alat berat, 86 unit dump truck, dan 21 unit ponton untuk pemeliharaan hingga rehabilitasi saluran.
Selain itu, pihaknya sedang berupaya melakukan peremajaan saluran drainase yang sudah lama dan pembangunan yang baru sesuai dengan kebutuhan. ”Kesadaran masyarakat dalam menjaga fungsi saluran juga harus tumbuh,” ujar Armuji.
Memasuki musim hujan, wakil wali kota mengatakan, sinergitas antar organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi kunci. Seperti halnya antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DSDABM, dan Dinas Perhubungan (Dishub).
”Itu berkaitan dengan penanganan sampah di saluran hingga pengalihan arus lalu lintas,” papar Armuji.
Menurut dia, saat ini, ada pembangunan crossing atau sudetan saluran air di 55 titik pusat kota sedang dikerjakan.
”Apabila warga menemui kendala pada musim hujan berkenaan dengan sistem drainase, maka kami imbau menghubungi Command Center 112 atau melalui aplikasi Wargaku,” ucap Armuji.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
