
Wakil Bupati Sidoarjo Subandi sedang meninjau rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung di Desa Wonokerto, Kecamatan Prambon pada Senin (5/2).
JawaPos.com – Sebanyak empat kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo porak-poranda diterjang angin puting beliung pada hari Minggu (4/2) sore. Kecamatan terdampak yaitu Prambon, Balongbendo, Tarik, dan Krian.
Peristiwa angin puting beliung yang terjadi menyebabkan ratusan rumah rusak dan seorang korban meninggal dunia. Lokasi yang paling parah terdampak angin puting beliung adalah di Desa Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon. Sekitar 200 rumah yang terbagi dalam 16 RT rusak parah.
Sementara itu ada juga tiga korban, seorang di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya mengalami patah tulang serta luka ringan. Dilansir dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group) BPBD Sidoarjo mendata seorang korban jiwa atas nama Nur kholilah, 54, warga RT 5, RW 4, Dusun Tanggungan, Desa Kedungwonokerto.
Sedangkan korban luka-luka terdata atas nama Misna, 70, warga Desa Kedungwonokerto yang mengalami patah tulang tangan kiri. Kini korban sudah dirujuk ke Rumah Sakit Yapalis Krian untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Selain Kecamatan Prambon, Kecamatan Krian juga diterjang angin puting beliung dengan data sebanyak tiga rumah warga yang mengalami kerusakan. Begitu juga dengan Kecamatan Balongbendo sebanyak 33 rumah warga yang rusak, dan di Kecamatan Tarik sebanyak 60 rumah warga yang rusak.
Menanggapi peristiwa bencana yang terjadi di wilayahnya, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa ia sudah memerintahkan timnya untuk segera melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak pada peristiwa angin puting beliung itu. Hal itu dimaksudkan agar warga terdampak segera mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Satu persatu rumah terdampak supaya segera mendapatkan bantuan, karena itu saya minta segera ditangani, jangan menunggu terlalu lama. Karena ada yang mengalami kerusakan 30 hingga 60 persen. Jika tidak segera ditangani mereka mau berteduh dimana, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya saat sedang melakukan sidak di lokasi bencana pada Senin (5/2).
Ia mengatakan bahwa bencana angin puting beliung yang menerjang empat kecamatan di Sidoarjo itu sangat besar. Angin yang kencang mampu membuat rumah warga porak-poranda, bahkan rumah yang terbuat dari beton juga rusak. Dia meminta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo untuk segera melakukan pendataan terhadap lokasi bencana. Hal itu agar bantuan bisa segera didistribusikan.
“Hari ini saya mendata semua baik rumah yang roboh, yang gentengnya tidak ada, asbesnya tidak ada, saya perintahkan untuk mapping. Untuk sementara ini kami sudah berikan bantuan pakai terpal,” ungkap Wabup Sidoarjo.
Dinas Sosial (Dinsos) juga telah ia perintahkan agar segera memberikan bantuan berupa sembako kepada para korban. Selain itu menurutnya untuk menangani bencana ini diperlukan posko yang dapat menangani masalah kesehatan. Karena belum semua bantuan bisa turun ke masyarakat.
Dirinya khawatir jika terjadi hujan deras turun kembali akan dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat terdampak bencana. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo akan menyiapkan posko untuk mendampingi kesehatan masyarakat.
Salah satu korban bernama Devi Nurlita berharap ada bantuan tenaga untuk membersihkan puing-puing rumahnya yang rusak akibat diterjang puting beliung. Karena tenaga yang ada masih minim akibat banyak rumah lain yang juga rusak.
“Kondisi rumah saya rusak parah, atap rumah jebol, ditambah air hujan yang masuk ke dalam rumah jadi gak karuan,” ungkapnya.
Ia mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera turun agar kerusakan yang dialami tidak semakin parah. Khususnya bantuan terpal untuk menutup atap rumahnya yang jebol diterjang angin puting beliung.
