
ILUSTRASI Program KB Pria di Solo Sepi Peminat
JawaPos.com- Upaya pengawasan ibu hamil dan angka kelahiran bayi terus dilakukan lewat program keluarga berencana (KB). Yaitu, melalui percepatan capaian masyarakat yang mengikuti gerakan KB atau akseptor. Perempuan maupun laki-laki menjadi sasaran tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya Tomi Ardiyanto menargetkan, ada 39.549 akseptor baru KB tahun ini.
Target tersebut berasal dari tujuh jenis alat kontrasepsi. Yaitu, pil, suntik, IUD, implan, tubektomi (MOW), kondom, dan vasektomi (MOP). ’’Target itu mengacu kisaran usia subur. Misalnya, pasangan yang baru nikah,’’ ucapnya.
Hingga bulan ini, telah terealisasi 6,43 persen atau 2.542 akseptor baru. Perinciannya, 836 akseptor suntik, 40 akseptor pil, 65 akseptor kondom, 373 akseptor implan, 724 akseptor IUD, 22 akseptor vasektomi, serta 482 akseptor IUD.
Menurut Tomi, khusus metode kontrasepsi kondom lebih sulit didata karena orang bisa membelinya di mana pun. ’’Realisasi tertinggi ada di Kecamatan Wonokromo, yaitu 520 akseptor,’’ ungkapnya
Bagi Tomi, capaian tersebut sudah meningkat dibandingkan saat pandemi Covid-19. Sebab, banyak orang yang mengurangi aktivitas, fokus penanganan pandemi, hingga beragam tes yang menjadikan tingkat capaian akseptor rendah saat itu. ’’Tahun ini kembali meningkat. Sudah normal. Rumah sakit juga mulai membuka kembali pelayanan kontrasepsi,’’ jelasnya.
Menurut Tomi, dari realisasi capaian tersebut, sebanyak 95 persen adalah kaum perempuan. Sebab, masih ada kecenderungan pemahaman masyarakat bahwa yang layak mengikuti program KB hanyalah perempuan.
Padahal, laki-laki juga bisa menjadi akseptor melalui metode vasektomi. Namun, sebagian laki-laki juga memiliki inisiatif menjadi akseptor KB. Bahkan, saat ini tren tersebut meningkat.
Selain itu, kendala atau tantangan yang dihadapi adalah budaya, keterbatasan petugas, hingga kurang optimalnya komunikasi informasi dan edukasi. Dengan begitu, pihaknya turut melibatkan kader Surabaya hebat di setiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi, outreach ke warga, hingga bakti sosial. ’’Nanti bisa dijadwalkan dan gratis,’’ ucapnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
