Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 September 2022 | 00.19 WIB

Akseptor KB di Surabaya, Penggunaan Kondom dan Vasektomi Paling Rendah

ILUSTRASI Program KB Pria di Solo Sepi Peminat - Image

ILUSTRASI Program KB Pria di Solo Sepi Peminat

JawaPos.com- Upaya pengawasan ibu hamil dan angka kelahiran bayi terus dilakukan lewat program keluarga berencana (KB). Yaitu, melalui percepatan capaian masyarakat yang mengikuti gerakan KB atau akseptor. Perempuan maupun laki-laki menjadi sasaran tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya Tomi Ardiyanto menargetkan, ada 39.549 akseptor baru KB tahun ini.

Target tersebut berasal dari tujuh jenis alat kontrasepsi. Yaitu, pil, suntik, IUD, implan, tubektomi (MOW), kondom, dan vasektomi (MOP). ’’Target itu mengacu kisaran usia subur. Misalnya, pasangan yang baru nikah,’’ ucapnya.

Hingga bulan ini, telah terealisasi 6,43 persen atau 2.542 akseptor baru. Perinciannya, 836 akseptor suntik, 40 akseptor pil, 65 akseptor kondom, 373 akseptor implan, 724 akseptor IUD, 22 akseptor vasektomi, serta 482 akseptor IUD.

Menurut Tomi, khusus metode kontrasepsi kondom lebih sulit didata karena orang bisa membelinya di mana pun. ’’Realisasi tertinggi ada di Kecamatan Wonokromo, yaitu 520 akseptor,’’ ungkapnya

Bagi Tomi, capaian tersebut sudah meningkat dibandingkan saat pandemi Covid-19. Sebab, banyak orang yang mengurangi aktivitas, fokus penanganan pandemi, hingga beragam tes yang menjadikan tingkat capaian akseptor rendah saat itu. ’’Tahun ini kembali meningkat. Sudah normal. Rumah sakit juga mulai membuka kembali pelayanan kontrasepsi,’’ jelasnya.

Menurut Tomi, dari realisasi capaian tersebut, sebanyak 95 persen adalah kaum perempuan. Sebab, masih ada kecenderungan pemahaman masyarakat bahwa yang layak mengikuti program KB hanyalah perempuan.

Padahal, laki-laki juga bisa menjadi akseptor melalui metode vasektomi. Namun, sebagian laki-laki juga memiliki inisiatif menjadi akseptor KB. Bahkan, saat ini tren tersebut meningkat.

Selain itu, kendala atau tantangan yang dihadapi adalah budaya, keterbatasan petugas, hingga kurang optimalnya komunikasi informasi dan edukasi. Dengan begitu, pihaknya turut melibatkan kader Surabaya hebat di setiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi, outreach ke warga, hingga bakti sosial. ’’Nanti bisa dijadwalkan dan gratis,’’ ucapnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore