
MENYENGAT: Yessy Febriana berjalan di kawasan Jalan Mayjen Yono Soewoyo, Senin (26/9). Cuaca panas membuatnya harus memakai payung saat beraktivitas. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Suhu di Surabaya belakangan ini dikeluhkan masyarakat karena terasa semakin panas dan terik. Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Shanas Prayuda menjelaskan, peristiwa ekuinoks atau letak matahari yang tepat berada di atas garis khatulistiwa turut berpengaruh.
Menurut dia, peristiwa periodik itu berlangsung dua kali dalam setahun. Tepatnya pada Maret dan September, Jumat (23/9). Masyarakat diimbau tak perlu khawatir karena perubahan suhu tidak signifikan.
”Peristiwa ini berbeda dengan gelombang panas yang mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu yang signifikan,” terangnya Senin (26/9).
Dia mengakui, ada kecenderungan suhu yang cukup panas di area Surabaya dan Sidoarjo. Itulah yang terlihat berdasar data stasiun BMKG. Suhu saat ini berkisar di angka 35 derajat Celsius. Selain fenomena tersebut, peningkatan suhu saat siang disebabkan tutupan awan yang tipis hingga relatif tidak ada.
Kepala Kelompok Unit Forecaster BMKG Tanjung Perak Ady Hermanto menyampaikan, fenomena ekuinoks hanya berlangsung sehari. Namun, efeknya dapat dirasakan hingga datangnya musim hujan. Sebab, ketika matahari sudah melewati khatulistiwa dan menuju ke wilayah selatan khatulistiwa, otomatis daerah belahan bumi selatan (BBS) akan mengalami sedikit peningkatan suhu udara.
Sebelumnya, puncak musim kemarau di Surabaya sempat diprediksi terjadi selama Agustus dan mereda pada September. Namun, tampaknya Surabaya mengalami puncak kemarau agak panjang jika dibandingkan dengan beberapa kawasan lain. Sebab, tradisi ”angin timuran” mengakibatkan cuaca skala lokal.
”Nah, setelah lewat ekuinoks, polanya akan ’angin baratan’ yang dampaknya lebih regional, bahkan internasional seperti La Nina juga akan berpengaruh,” jelas Kepala Stasiun BMKG Sangkapura, Bawean, Ari Wijayanto.
Shanas mengungkapkan, puncak kemarau terjadi pada bulan ini dan akan terjadi masa peralihan musim atau pancaroba pada Oktober. ”Itu juga yang perlu diwaspadai. Nanti masuk November baru awal musim hujan,” ungkapnya.

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
