
Photo
JawaPos.com- Percepatan penuntasan proyek saluran air justru membawa kerugian bagi PDAM Surya Sembada Surabaya. Banyak pipa air milik perusahaan daerah itu rusak. Hingga September, PDAM sudah mengganti sepanjang 15 km jaringan yang bocor dan pecah.
PDAM mencatat, sejak proyek pelebaran drainase dan pemasangan box culvert berjalan, kerusakan pipa hampir terjadi di seluruh titik pembangunan. Ada yang rusak ringan, ada pula yang sampai memutus distribusi air hingga beberapa hari. Alhasil, PDAM harus mengganti jaringan yang rusak.
Perbaikan pipa yang rusak karena proyek drainase masih berjalan di beberapa titik. Seperti Jalan Nyamplungan, Jalan Ambengan, dan Jalan Ketintang. PDAM terpaksa merelokasi jaringan agar tidak tertindih box culvert serta mengganti pipa yang terbentur gigi backhoe.
Dirut PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono mengatakan, total panjang pipa yang diganti mencapai 15 km. ”Kerusakannya memang hanya di bagian tertentu. Tapi, kita tidak bisa mengganti sebagian yang rusak saja. Harus diganti satu pipa panjang,” ucapnya kemarin (26/9).
Jenis pipa yang rusak pun beragam. Mulai pipa sambungan rumah hingga pipa sekunder dan tersier. Diameternya 80–450 milimeter. Jaringan yang rusak parah, bahkan sampai bocor, dampaknya dirasakan satu kawasan. ”Karena itu, tim yang turun ke lapangan kami tambah. Saat ada kerusakan, kami pastikan sehari selesai,” tutur Arief.
Agar jumlah pipa yang rusak tidak semakin banyak, PDAM sudah berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya. Saat ada pembangunan, kata Arief, PDAM selalu diundang untuk memetakan lokasi pipa.
Saat di lapangan, petugas PDAM juga akan mendampingi pemasangan box culvert. ”Pengerjaan proyek tidak dimulai sebelum petugas PDAM tiba di lokasi. Pipa kami yang dilewati saluran air digeser dulu,” terang Arief.
Biaya perbaikan pipa yang rusak sepenuhnya ditanggung PDAM. Aturan itu tertuang dalam perda utilitas. ”Kami tetap mendukung pembangunan box culvert ini. Apalagi, ini untuk penanganan genangan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Drainase DSDABM Surabaya Eko Juli Prasetya menyampaikan, keberadaan utilitas merupakan salah satu penghambat pembangunan drainase. Sebab, jaringan itu harus dipindahkan terlebih dahulu.
”Di dalam saluran itu banyak utilitasnya. Kalau optik bukan cuma satu operator. Belum dengan yang lain seperti listrik dan PDAM. Kalau dipaksakan dikeruk berbahaya,” ucapnya.
---
Perbaikan Saluran Berimbas Pipa PDAM Rusak

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
