
Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono sidak ke Lapas I Surabaya di Porong, Minggu (4/2).
JawaPos.com–Kelancaran pelaksanaan pemilu di lapas mendapat perhatian khusus dari Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono. Untuk memastikan kesiapan lapas menjelang pemilu yang kurang sepuluh hari lagi, Heni melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas I Surabaya di Porong, hari ini (4/2).
Sidak tersebut dilakukan Heni di sela-sela olahraga bersepeda. Menempuh jarak dari Surabaya hingga Pasuruan, Heni yang hanya didampingi dua ajudannya menyempatkan diri mampir ke lapas di Desa Kebonagung, Porong, Sidoarjo.
”Kunjungan ini memang tiba-tiba saja, tanpa pemberitahuan juga tanpa sepengetahuan kalapas maupun pejabat lapas lain,” ujar Heni.
Petugas penjaga pintu utama lapas pun sempat terperanjat menyambut kedatangan Heni. Setelah berkeliling sebentar, baru Kalapas Surabaya Jayanta dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Surabaya Wahyu Trah Utomo datang mendampingi.
Heni menyebutkan kedatangannya kali ini untuk memastikan persiapan lapas dalam proses Pemilu 2024. Terutama proses pemungutan suara yang tinggal sepuluh hari lagi.
”Pelaksanaan Pemilu 2024 di lapas harus menjamin hak pilih seluruh warga binaan yang memenuhi syarat, dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan ketertiban lapas,” tegas Heni.
Heni menegaskan beberapa poin penting. Dimulai dari proses sosialisasi dan edukasi. Dia berharap jajarannya melakukan sosialisasi dan edukasi yang komprehensif kepada warga binaan tentang pemilu. Termasuk tata cara pencoblosan, daftar calon peserta pemilu, dan pentingnya menggunakan hak pilih.
”Kami mendorong seluruh jajaran agar memanfaatkan berbagai metode sosialisasi, seperti ceramah, penyuluhan, dan media informasi (poster, banner, video). Serta melibatkan KPU dan Bawaslu dalam kegiatan sosialisasi,” urai Heni.
Selanjutnya, Heni juga menegaskan bahwa jajarannya harus terus melakukan pemutakhiran data pemilih. Memastikan data pemilih dari warga binaan akurat dan terkini. Pihaknya akan terus koordinasi dengan KPU dan Disdukcapil untuk mendapatkan data pemilih yang valid.
”DPT harus dilakukan fiksasi maksimal sepekan jelang pemilu, pihak lapas akan mengecek dan memastikan status warga binaannya telah terdaftar sebagai pemilih,” terang Heni.
Sementara itu, Jayanta menegaskan momen pemilu menjadi perhatian khusus pihaknya dan KPU. Per hari ini, jumlah warga binaan yang telah terdaftar sebagai DPT adalah 1.161 orang dari total 1.379 warga binaan.
”Masih adanya warga binaan yang belum masuk DPT karena merupakan warga binaan yang baru dipindah dari lapas lain di satu bulan terakhir,” terang Jayanta.
Jayanta memastikan, pekan ini, KPU akan memasukkan sekitar 200 warga binaan ke daftar pemilih tambahan (DPTb). Tentunya dengan memperhatikan syarat-syarat umum dan khusus seperti kepemilikan NIK dan e-KTP.
”Proses keluar masuk warga binaan di Lapas Surabaya memang sangat dinamis, sehingga diperlukan pencocokan data setiap saat dengan KPU dan Dispendukcapil,” terang Jayanta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
