
Menteri Kedutaan Jepang di Indonesia, Takabayashi (tengah) saat mengunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (2/2/2024).
JawaPos.com - Dalam kunjungannya ke Surabaya, Menteri Kedutaan Jepang di Indonesia, Takabayashi, juga menyempatkan waktunya untuk berhenti sejenak di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), pada Jumat (2/2) kemarin.
Didampingi Deputi Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Ishii Yutaka, dirinya mengaku sangat senang dan terpesona dengan kemegahan yang ditawarkan oleh salah satu masjid yang jadi kebanggaan warga Surabaya itu.
“Kami senang bisa mengunjungi masjid yang megah di Surabaya, kami melihat dari Menara 99m juga merasakan di atas ketinggian Kota Surabaya,” katanya, seperti yang dikutip JawaPos.com dari Antara, pada Sabtu (3/2).
Hal itu juga dipertegas oleh Kepala Bagian Keamanan BPP MAS H Hendro Tjahjono mewakili Kepala BPP MAS Sudjak, yang pada saat itu berkesempatan langsung menerima kedatangan Takabayashi.
“Di Jakarta, saya juga ke Masjid Istiqlal yang sangat besar, karena saya ke Surabaya, maka saya juga berusaha mengunjungi sebelum kembali ke Jakarta,” ungkapnya.
Didampingi oleh Kepala Bagian Usaha BPP MAS Agoes Suroso, pada kesempatan itu, Hendro Tjahjono pun turut memaparkan filosofi bangunan MAS itu, termasuk lokasinya yang berdekatan dengan Gereja Paroki Sakramen Mahakudus, Surabaya.
“Masjid Al Akbar memiliki lima kubah yaitu satu kubah besar dan empat kubah sedang untuk melambangkan lima waktu sholat dalam Islam dan lima sila dalam Pancasila,” katanya.
Kemudian terkait kubahnya yang berwarna hijau dan biru, menjadi lambang bahwa Islam sebagai agama yang menyejukkan. Selain itu, masjid Al Akbar juga memiliki 45 pintu sebagai lambang tahun kemerdekaan RI (1945).
Kalau menara masjid ini memiliki ketinggian 99 meter untuk melambangkan 99 nama Allah dalam Islam. Dengan melihat Kota Surabaya dari ketinggian 99 meter itu sebagai ungkapan rasa syukur atas ketinggian kekuasaan Allah, jelasnya.
Lebih lanjut, kedekatan lokasi MAS dengan Gereja Paroki Sakramen Mahakudus, Surabaya, Hendro menyebut hal itu melambangkan kerukunan antar-agama.
“Kami saling membantu tempat parkir kalau masing-masing ada acara besar,” ucapnya.
“Semoga kunjungan pejabat dan warga negara asing akan dapat meningkatkan hubungan baik antar negara, terutama dalam bidang agama,” tutup Hendro.
***

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
