Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 September 2022 | 05.38 WIB

Simulasi ANBK Perdana di Surabaya Masih Banyak Kendala

KONSENTRASI: Sebanyak 30 siswa SMP Santa Maria Surabaya mengikuti ANBK di sekolah. Hasil kegiatan itu digunakan untuk menyusun kebijakan terkait pendidikan. (Frizal/Jawa Pos) - Image

KONSENTRASI: Sebanyak 30 siswa SMP Santa Maria Surabaya mengikuti ANBK di sekolah. Hasil kegiatan itu digunakan untuk menyusun kebijakan terkait pendidikan. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com- Simulasi pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di sekolah-sekolah swasta mulai berlangsung, Senin (12/9). Beragam kendala dialami oleh sekolah pada pelaksanaan hari pertama itu. Salah satunya adalah kurang stabilnya jaringan internet.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Wilayah Surabaya Utara Banu Atmoko mengatakan, ada 25 SMP swasta di wilayah utara yang mengikuti simulasi ANBK gelombang pertama. Selain itu, 15 sekolah lain akan mengikuti simulasi pada gelombang kedua. Yaitu, Rabu (14/9) hingga Kamis (15/9).

Simulasi ABK terbagi menjadi tiga sesi. Setiap sesi diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari kelas VIII. Jumlah murid yang mengikuti ANBK di setiap sekolah mencapai 45 siswa. ”Durasi setiap sesi berlangsung selama 130 menit,’’ ungkap Banu.

Simulasi tersebut digelar untuk melihat kesiapan dua pihak, yakni siswa dan sekolah. Sebab, mereka akan menghadapi ANBK yang sesungguhnya mulai Senin (19/9) pekan depan. Setidaknya, adanya simulasi itu dapat mengurangi kendala yang dialami sekolah saat penyelenggaraan.

Banu menyebutkan, selama pelaksanaan simulasi kemarin (12/9) ada sejumlah sekolah yang mengalami kendala. Misalnya, keterlambatan token akses masuk yang seharusnya pukul 07.20 WIB molor hingga 07.40 WIB. Akibatnya, akses masuk siswa di lima sekolah tersebut ikut molor sekitar 20 menit.

Selain itu, tidak stabilnya jaringan terjadi di beberapa sekolah. Dia mengatakan, perbaikan jaringan telah dilakukan oleh pihak sekolah. Tujuannya, pelaksanaan ANBK dapat berjalan optimal.

Dia berharap seluruh sekolah bisa memperoleh hasil yang maksimal dalam ANBK sehingga dapat menghasilkan rapor pendidikan yang berkualitas. ”Supaya tidak ada pihak yang memandang remeh kualitas SMP swasta,’’ tambahnya.

Terpisah, Nurul Hamimah, kepala SMP KH M. Nur, mengatakan bahwa untuk mengatasi keterlambatan token, pihaknya langsung melapor kepada help desk untuk ditindaklanjuti.

Nurul menyebut guna mengatasi kendala server jaringan, pihak sekolah telah melakukan perbaikan. ”Supaya saat digunakan ANBK dapat berfungsi secara maksimal dan tidak terjadi gangguan kembali,’’ ujarnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore