Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 20.55 WIB

Parkir Nontunai di Surabaya Resmi Diberlakukan, Wali Kota Eri Cahyadi Bilang Warga yang Tak Punya QRIS Boleh Gunakan Uang Tunai

Papan barcode untuk pembayaran retribusi parkir non tunai yang terpasang di Jalan Jimerto, Surabaya./(SURYANTO/RADAR SURABAYA) - Image

Papan barcode untuk pembayaran retribusi parkir non tunai yang terpasang di Jalan Jimerto, Surabaya./(SURYANTO/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com - Berakhirnya masa uji coba peralihan penerapan parkir tepi jalan umum (TJU) dari metode konvensional ke digital, menandakan dimulainya penerapan parkir nontunai di Surabaya pada hari ini, Kamis (1/2).
Dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Kamis (1/2), meski hasil evaluasi masa uji coba dirasa belum maksimal, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan agar kebijakan ini tetap diterapkan sesuai rencana.

"Tanggal 1 Februari 2024 tetap jalan, sambil kita lihat semuanya, nanti kita lihat tiga hari ke depan," ucapnya sembari menyebut kebijakan parkir non tunai akan diterapkan di 1.370 titik parkir TJU se-Surabaya.

Namun, hal itu tidak serta merta diputuskan begitu saja. Sebab, berbarengan dengan penerapan parkir non tunai ini, ia juga meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat menyiapkan langkah antisipasi ke depannya.

Hal itu dilakukan karena menurut Wali Kota Eri Cahyadi, sebagian warga belum siap dengan penerapan metode bayar parkir digital tersebut. Kendala utamanya adalah terkait platform pembayaran.

"Banyak yang enggak punya m-banking maupun alat pembayaran QRIS lainnya," ujar Cak Eri, panggilan akrabnya, Rabu(31/1).

"Ternyata tidak semuanya membayar pakai QRIS karena warga Surabaya juga tidak siap untuk QRIS. Karena itulah, nanti kita lihat besok (hari ini, Red) seperti apa," lanjutnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Cak Eri pun telah menyampaikan kepada jukir, jika tidak ada QRIS maka tak perlu bayar. "Saya bilang kemarin ke teman-teman Dishub saat uji coba, kalau tidak ada QRIS jangan bayar, sehingga kita akan tahu berapa titik yang hilang kalau tidak pakai karcis," papar Eri.

Lebih lanjut, Cak Eri membeberkan terkait langkah antisipasi Pemkot yang dimaksud. Menurutnya, untuk warga yang belum siap membayar melalui QRIS, pihaknya akan menyediakan alternatif vouhcer maupun parkir berlangganan ke depannya.

"Berarti nanti kebijakan kita, ada kartu berlangganan, ada voucher, setelah itu ada pilihan bayar lain. Untuk menuju ke sana (bayar parkir via QRIS), tidak bisa langsung, karena setelah kita coba, warganya tidak siap, tidak semua warga punya m-banking," bebernya.

Cak Eri juga menegaskan, penerapan parkir melalui QRIS yang telah dimulai pada Februari 2024 ini, akan tetap dilakukan evaluasi ke depan. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan dari pihak pengguna jasa parkir maupun jukir.

"Di situlah nanti kita lakukan evaluasi-evaluasi agar tidak saling menyalahkan. Kalau ternyata tidak sanggup, ya nanti ada pilihan. Dia mau pakai uang tunai ya monggo, pakai QRIS ya monggo," tutur Cak Eri.

Bersamaan dengan itu, Pemkot juga akan terus menggodok lagi terkait alternatif bayar parkir melalui metode voucher dan parkir berlangganan. "Tapi nanti kita juga siapkan lagi voucher dan parkir berlangganan," lanjutnya.

Terkait respons perwakilan paguyuban, Cak Eri menyebut mereka sudah sepakat. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin jukir memiliki pandangan negatif oleh masyarakat, demikian pula sebaliknya.

"Alhamdulillah, mereka bisa menerima. Saya mengatakan kepada mereka, ayo cari rezeki yang jujur, Surabaya digawe adem. Saya tidak ingin jukir memiliki pikiran negatif kepada pengguna parkir dan masyarakat juga jangan berpikiran negatif kepada jukir," tutur Cak Eri.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore