Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 September 2022 | 20.36 WIB

Enam Bulan, Ada 294 Pasien Kanker Serviks di Surabaya

Ilustrasi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com- Angka kasus kanker serviks terbilang tinggi di Surabaya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya berupaya mempercepat penurunan kasus melalui vaksinasi human papillomavirus (HPV). Bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), vaksinasi itu menyasar para murid sekolah dasar.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menyatakan, vaksinasi HPV di Surabaya akan dilaksanakan bulan ini. Hal tersebut merujuk pada surat keputusan menteri kesehatan terkait program introduksi vaksinasi HPV. Namun, Surabaya telah melaksanakan vaksinasi itu sebagai agenda rutin tahunan sejak 2016.

Sebab, Surabaya merupakan satu di antara lima kota yang menjadi lokasi percontohan atau demonstration project pada awal penyelenggaraan. Tahun ini, vaksinasi HPV telah menjadi program nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di semua kabupaten atau kota.

Nanik mengungkapkan, sasaran program itu adalah siswa perempuan SD/sederajat, baik negeri ataupun swasta. Siswi kelas V akan mendapatkan dosis pertama dan murid kelas VI menerima dosis kedua. Sasaran itu dipilih karena program HPV harus dimulai dengan prioritas cakupan yang tinggi pada target primer.

Selain itu, vaksinasi tersebut masuk program nasional karena sebagai langkah pencegahan kanker serviks serta pertimbangan cost effectiveness. Mantan sekretaris dinas sosial itu memaparkan, sejak Januari hingga Juni tahun ini ada 294 pasien kanker serviks yang terdata.

Angka tersebut tak terlalu jauh jika dibandingkan dengan perkembangan kasus selama tiga tahun terakhir. Perinciannya, 380 pasien pada 2019, sebanyak 325 pasien pada 2020, serta 327 pasien pada 2021.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sidosermo dr Arista Agung Santoso mengatakan, vaksinasi tersebut dapat mencegah terjadinya kanker serviks pada wanita serta kanker anus pada pria karena berasal dari virus yang sama.

Arista mengungkapkan, sasaran difokuskan pada kaum perempuan karena prevalensi terjadinya kanker serviks lebih besar pada wanita daripada kanker anus di pria. ’’Pelaksanaan vaksinasi ini dimulai pada Kamis (15/9) dengan jadwal yang dibuat puskesmas,’’ katanya.

Terpisah, dr Devina Nataliany menuturkan, jumlah peminat vaksinasi HPV di rumah sakit swasta tak terlalu banyak. Rata-rata pasien menjalani vaksinasi setelah mengetahui kerabatnya terkena kanker serviks.

Menurut dia, vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum menikah karena memicu kekebalan tambahan dalam tubuh. ’’Jika sudah menikah atau berhubungan seksual, sebaiknya melakukan skrining juga seperti Pap smear,’’ ujar dokter yang bertugas di RS Darmo itu. 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore