
Photo
JawaPos.com- Uji coba penerapan jalur satu arah dari timur ke barat di Jalan Untung Suropati, Sidoarko, sudah dilakukan Sabtu-Minggu (11/9). Hasilnya, masih ada kepadatan. Karena itu, Senin hari ini (12/9) jalan tersebut masih akan dibuka dua arah.
Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (dishub) Sidoarjo Dwi Tjahjo Mardisunu menyatakan, dalam uji coba yang berlangsung Sabtu dan Minggu kemarin, sepanjang Jalan Untung Suropati dibuat searah dari timur ke barat. Selain itu, sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto dibuat satu arah dari barat ke timur saja.
Pengendara dari Jalan Ahmad Yani yang hendak ke Jalan Untung Suropati harus lewat Jalan Jaksa Agung Suprapto. Pengendara dari Jalan Gubernur Suryo yang akan ke Jalan Untung Suropati juga harus lewat Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Selama uji coba, petugas memasang peta arus di Jalan Ahmad Yani. Dengan demikian, pengendara bisa melihat peta tersebut, jalan mana saja yang boleh dilalui. Selain itu, dinas perhubungan memasang rambu larangan melintas sementara sekaligus sosialisasi kepada pengendara. Namun, kenyataannya masih terjadi kepadatan. Karena itu, hasil uji coba akan dievaluasi lagi.
’’Besok (hari ini, Red) kembali ke rute sebelumnya, yakni masih dua arah di Jalan Untung Suropati dan Jalan Jaksa Agung Suprapto,’’ jelas Sunu. Evaluasi tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Polresta Sidoarjo.
Sunu menyebutkan, yang jadi pokok evaluasi adalah banyak pengendara yang ternyata belum paham rute meskipun sudah diberi tanda. Alhasil, masih ada kepadatan di Jalan Untung Suropati.
Dia menjelaskan, selama dua hari uji coba itu, banyak pengendara yang sudah benar. Dari Jalan Ahmad Yani sudah tidak belok kiri menuju ke Jalan Untung Suropati. Mereka lurus dulu, baru belok kiri ke Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Problemnya, mereka langsung belok kiri lagi ke Jalan Raden Wijaya. Nah, ujung jalan tersebut bertemu dengan Jalan Untung Suropati. Akibatnya, mereka tak boleh belok kanan sehingga harus belok kiri dan kembali ke Jalan Ahmad Yani. ’’Jadinya, mereka berputar-putar,’’ katanya.
Harusnya, ketika berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, mereka jalan terus, lalu belok ke Jalan Kartini. Di ujung Jalan Kartini, mereka bisa belok kiri untuk menuju lokasi yang ingin dicapai di Jalan Untung Suropati.
Dari temuan lain, banyak yang mengira dari Jalan Raden Wijaya masih boleh belok kanan di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Harusnya, mereka hanya bisa belok kiri karena Jalan Jaksa Agung Suprapto juga dijadikan satu arah. Karena itulah, butuh dievaluasi lagi agar tidak sampai ada pengendara yang berputar-putar.
’’Bisa jadi nanti akan ada perubahan arus lagi,’’ katanya. Misalnya, membuat Jalan Jaksa Agung Suprapto bisa kembali dilalui dua arah. ’’Tapi, belum ada keputusan karena akan kami bahas dulu seminggu ini,’’ katanya.
Jika nanti ada perubahan rute lagi, akan ada uji coba dengan rute yang baru. Karena itu, rambu permanen juga belum dipasang. Pemasangan rambu menunggu hasil uji coba selesai dan hasilnya memang layak untuk dilakukan perubahan arus. ’’Setelah nanti uji coba ulang dan hasilnya bagus, baru rambu permanen dipasang,’’ pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
