Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Agustus 2022 | 04.22 WIB

Fasum di Rusunawa Pakal Surabaya Mulai Dikerjakan Bulan Depan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) atau Flat Pakal, Surabaya, setinggi lima lantai sudah selesai didirikan. Namun, kontraktor pelaksana dari PT Bangun Konstruksi Persada masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Yakni, membangun fasilitas umum (fasum) di kompleks tersebut.

Dalam proyek senilai Rp 21 miliar itu, memang kontraktor tidak hanya membangun hunian vertikal. Mereka juga bertanggung jawab atas fasum yang menjadi kelengkapan bangunan berkapasitas 100 unit tersebut. Fasum itu berupa jalan, tempat ibadah, maupun taman atau ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala Proyek dari PT Bangun Konstruksi Persada Bhirawa Agung menyatakan, pengerjaan fasum akan dilakukan setelah bangunan fisik benar-benar tuntas. ”Sekarang (bangunan fisik, Red) sudah hampir rampung. Tinggal menyelesaikan instalasi (saluran pembuangan),” katanya.

Bhirawa menjelaskan, pengerjaan rusunawa tersebut memang dilakukan secara bertahap. Setelah fisik bangunan, yang dikerjakan selanjutnya adalah fasum. Yaitu, jalan, halaman flat, serta taman. Konstruksi jalan nanti menggunakan paving block. Begitu pula halaman flat. ”Nanti ini dipaving semua,” jelas dia sambil menunjuk ke arah bawah atau halaman rusunawa.

Jalan yang dibangun juga memiliki standar. Lebar minimal 4 meter. Ada sisa lahan yang masih berada dalam penguasaan pemkot. Lokasinya persis di sisi barat Mapolsek Pakal.

Bhirawa optimistis pengerjaan bisa selesai sesuai dengan target meski sempat tertunda lebih dari satu bulan. Kalaupun membutuhkan tenaga tambahan, pihaknya sudah menyampaikannya kepada dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP). ”Kami intens komunikasi ke dinas karena beberapa bulan saja,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPP Lasidi menegaskan tidak bakal memberikan adendum jika pengerjaan bisa diselesaikan tepat waktu. Namun, opsi tersebut tetap disiapkan untuk jaga-jaga jika terjadi force majeure.

”Sejauh ini bagus dan on the track (pengerjaannya). Tetapi kan, kita tidak tahu dan tidak berharap ada apa-apa di tengah jalan. Itu (opsi adendum) hanya untuk jaga-jaga,” jelasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore