
Photo
JawaPos.com- Paket proyek penanganan banjir di Ketintang, Surabaya, mulai dikerjakan. Satu di antaranya bahkan hampir selesai. Rencananya, semua proyek tersebut rampung pada Desember. Dengan begitu, genangan air saat musim hujan nanti diharapkan tidak terjadi lagi.
Total ada empat paket proyek penanganan banjir di area Ketintang. Mulai crossing saluran hingga pembuatan rumah pompa di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Karah. Lokasinya di Ketintang Madya, Ketintang Telkom, Karah, dan Kebonsari.
Tujuannya, membagi beban pelaluan air saat hujan. ”Yang sudah mau selesai pengerjaan crossing saluran di Ketintang Madya,’’ kata Kepala Rayon Pemeliharaan Saluran Surabaya Selatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Bagus Putra Ardianto kemarin (23/8).
Dia mengatakan, pengerjaan proyek banjir di kawasan Ketintang dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya di Ketintang Madya. Di sana, pekerja memasang box culvert sepanjang 175 meter. Box culvert tersebut dihubungkan dengan saluran lama yang sudah ada.
Progres pengerjaan crossing saluran tersebut, kata Bagus, sudah 80 persen. Tinggal sedikit lagi rampung. Jika tidak ada kendala, proyek crossing saluran di Ketintang Madya tersebut selesai awal September. Sementara itu, pengerjaan paket lainnya ditargetkan selesai Desember. ”Kalau yang lain kan baru dimulai pengerjaannya,’’ ucapnya.
Bagus mencontohkan pemasangan box culvert di Telkom. Pengerjaan tersebut akan berjalan ke barat hingga ke perempatan Jalan Ketintang. Rencananya, box culvert tersebut akan tersambung dengan saluran di depan kantor Kelurahan Ketintang. ”Yang dari kantor kelurahan berjalan ke utara dan bertemu dengan box culvert yang dipasang di Telkom,’’ jelasnya.
Bagus menambahkan, sementara box culvert di Karah Agung V akan mengarah ke timur hingga ke SWK Karah. Di sana akan dibangun rumah pompa baru. ”Dengan begitu, air di kawasan Karah Agung bisa langsung dibuang ke Kali Surabaya. Tak membebani saluran di Ketintang,’’ paparnya.
Juga dibangun rumah pompa baru di Kebonsari. Tujuannya, mengurangi beban di saluran Ketintang Madya. Sebelumnya, aliran air dibuang melalui Rumah Pompa Wonorejo dan Prapen. Hal itu tentunya membutuhkan waktu lama. Sebab, jarak Ketintang dengan Rumah Pompa Wonorejo dan Prapen cukup jauh.
Selama pengerjaan, tim utilitas diterjunkan. Mereka menjadi pendamping jika menemui gangguan utilitas. Sebab, hal tersebut pasti masih ditemui meski sosialisasi dilakukan sejak jauh hari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
