Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Agustus 2022 | 16.48 WIB

Lusa, Bus Trans Jatim Siap Hubungkan Kawasan Gerbangkertosusila

UJI COBA: Bus Trans Jatim melintas di Jalan Veteram, Kabupaten Gresik, Selasa (16/8). Rencananya, bus tersebut menempuh rute Sidoarjo-Gresik. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

UJI COBA: Bus Trans Jatim melintas di Jalan Veteram, Kabupaten Gresik, Selasa (16/8). Rencananya, bus tersebut menempuh rute Sidoarjo-Gresik. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Pada 2021 Surabaya mendapat predikat sebagai kota termacet di Indonesia versi Inrix. Hasil penelitian lembaga riset yang berbasis di Inggris itu dijawab pemda dengan menciptakan inovasi-inovasi baru.

---

MENYELESAIKAN problem transportasi di Surabaya tak bisa dilakukan Pemkot Surabaya sendirian. Harus melibatkan daerah lain yang menjadi ”satelit” Surabaya, yakni Gresik Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan (kerap disebut Gerbangkertosusila). Sebab, daerah-daerah tersebut memberi kontribusi bagi kepadatan lalu lintas di Surabaya.

Karena lintas wilayah, leading sector penataan transportasi adalah Pemprov Jawa Timur (Jatim). Salah satu inovasi yang digagas pemprov adalah bus Trans Jatim. Bus itu akan menjadi kado istimewa bagi warga Jatim pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini.

Bus Trans Jatim yang mengoneksikan kawasan Gerbangkertosusila direncanakan beroperasi mulai lusa (19/8). Selasa siang bus Trans Jatim terlihat di kawasan Gelora Joko Samudro, Gresik. Kendaraan warna hijau yang masih gres itu tampak kukuh. Sejumlah jalur dilalui bus dalam perjalanan uji coba kemarin.

Bus tersebut berbeda dengan bus kebanyakan. Ada petugas mirip pramugari pesawat yang siap membantu penumpang. Misalnya, jika ada penumpang yang bingung rute perjalanan, bisa bertanya langsung ke pramugari bus.

Yang menarik lagi, ada aplikasi khusus yang disiapkan untuk proses pelayanan, yakni Trans Jatim-Ajaib. Aplikasi itu telah dikenalkan kepada masyarakat secara resmi. Selain melayani pembayaran, aplikasi tersebut memungkinkan warga melihat posisi bus dan letak halte yang dituju.

Halte-halte yang akan dilalui Trans Jatim sudah terpasang rapi di beberapa ruas jalan. Misalnya di Kabupaten Gresik. Rencananya, bus itu melewati Jalan Veteran menuju Jalan Kartini, kemudian mengarah ke Jalan dr Wahidin Sudirohusodo hingga transit di Terminal Bunder.

Ada 20 armada Trans Jatim yang setiap hari beroperasi. Keberangkatan pertama dimulai pada pukul 05.00. ”Di halte itu setiap 15 menit ada bus yang datang,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Tarso Sugito.

Memang Gresik pada pagi dan sore hari beban jalannya cukup berat. Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sering membuat macet. Karena itu, adanya Trans Jatim diharapkan mampu mengurangi beban jalan.

”Begitu ini beroperasi nanti, kami harap para pekerja memanfaatkannya. Karena tarifnya pun dekat jauh sama,” ucap Tarso.

Namun, saat ini di area halte belum ada penitipan kendaraan. Kalaupun ada, itu milik fasilitas tempat di sekitar. Contohnya halte di depan RSUD Ibnu Sina. Pengguna jasa Trans Jatim bisa menitipkan sepeda di area parkir rumah sakit.

Tarso menyebutkan, ke depan titik halte yang belum memiliki fasilitas parkir itu akan dibicarakan dengan masyarakat setempat. Masyarakat bisa membuka area penitipan sepeda untuk menunjang Trans Jatim ini.

”Kemarin ada rencana Gresik–Mojokerto dan Gresik–Lamongan. Nanti ini menggunakan bus Gresik. Kalau ini kan milik pemprov,” tutup Tarso.

Anggota Komisi D DPRD Jatim Ferdian Reza Alvisa memaparkan, komisinya sudah berkoordinasi dengan dishub mengenai bus Trans Jatim itu. Komisi D mendukung penuh pengembangan transportasi yang menyambungkan tiga daerah tersebut.

”Ini merupakan koridor 1. Kami berharap koridor 2 dan selanjutnya bisa dibuka,” ujarnya. Sehingga bisa dinikmati seluruh masyarakat Jatim.

Anggaran bus Trans Jatim sebesar Rp 27 miliar, menurut Ferdian, cukup layak. Dengan anggaran itu, Pemprov Jatim bisa mengurai masalah yang banyak dirasakan publik. Utamanya soal kemacetan yang terjadi setiap hari. Karena itu, dishub harus memastikan bus Trans Jatim bisa bertahan lama melayani masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah juga mendukung pengembangan bus Trans Jatim. Sebab, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik adalah urat nadi ekonomi Jatim. Dan masih menghadapi masalah transportasi. ”Banyak yang memilih kendaraan pribadi yang berakibat kemacetan jalan,” tuturnya, Selasa.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore