
Sejumlah siswa membaca buku pelajaran jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 40 Jakarta Utara, Minggu (1/4). (Adi Ibrahim/JawaPos)
JawaPos.com–Berdasar catatan dan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bulan ini seharusnya beasiswa warga Surabaya usia sekolah SMA/SMK/MA sederajat sudah diberikan.
Namun, program itu urung terealisasi. Padahal sesuai janji, beasiswa itu diperuntukan bagi 13 ribu siswa kurang mampu atau yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program beasiswa itu mencakup uang Rp 200 ribu per bulan dan seragam.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyayangkan hal itu. ”Saya mendorong dengan sangat kepada pemkot untuk segera mencairkan beasiswa SMA/SMK, karena secara anggaran kita sudah ada di APBD 2022 ini,” ucap Reni saat dihubungi pada Minggu (12/8).
Politikus PKS itu melihat bahwa masih ada anak SMA/SMK yang belum terdaftar. Seharusnya, pemkot harus mendata secara langsung.
Menurut dia, sudah seharusnya pemkot memiliki data anak-anak usia SMA/SMK MBR. Termasuk identitas mereka.
”Bagi yang sudah mendaftar dan terpenuhi (kriterianya). Saya mendorong untuk segera dicairkan di bulan ini. Agustus ini mestinya sudah cair,” kata Reni.
Dia juga berpesan kepada Pemkot Surabaya untuk mencari pelajar SMA/SMK yang belum mendaftar Beasiswa Pemuda Tangguh jenjang SMA/SMK/MA. Terlebih bila mereka tak mendaftar karena beberapa syarat-syarat.
Dia meminta agar pemkot dapat melakukan langkah jemput bola. Harapannya, semua anak dari keluarga tidak mampu bisa terbantu mekanisme pembiayaan bisa dilakukan perubahan dari yang sebelumnya beasiswa menjadi bantuan pendidikan melalui APBD 2022 Perubahan.
”Selama dia MBR atau dari keluarga tidak mampu, semestinya bisa dibantu,” papar Reni.
Terlebih lagi, beasiswa ini telah diajukan sejak lama. Namun baru diteken pada 2022.
”Penganggaran melalui anggaran bantuan sosial sebagaimana yang pernah saya usulkan saat periode 2017,” ungkap Reni.
Dia meminta agar pemkot dapat proaktif menyasar para siswa SMA/SMK/MA yang belum tersentuh untuk kemudian bisa ditambahkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2022.
”Di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) nanti bisa menambah kurang lebih menjadi 25 ribu anak SMA/SMK dari keluarga MBR bisa langsung secara otomatis dibantu pemkot selama dia terdata MBR, akurasi data MBR juga harus segera diperbaiki agar data dan fakta presisi,” terang Reni.
Reni beharap ketika program itu bisa berjalan, pada 2023 dapat kembali dilanjutkan. ”Jadi tidak lagi kita temukan, anak-anak usia SMA/SMK/MA putus sekolah karena terkendala biaya dan karena itu ijazah tertahan, tidak bisa ujian, dan lain-lain sebagaimana persoalan-persoalan yang kami terima di DPRD Surabaya,” papar Reni.
Sebagai informasi, tahun ini, DPRD Kota Surabaya telah menyepakati anggaran beasiswa SMA/SMK yang akan diberikan kepada warga Surabaya khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
Sejak 2017, Reni telah aktif menyuarakan dan memperjuangkan agar bantuan pendidikan tersebut dapat disalurkan kepada pelajar SMA/SMK MBR ketika pengelolaannya dialihkan menjadi wewenang pemerintah provinsi. Hal itu lantaran dia kerap ditemui warga yang terkendala pendidikan baik saat turun ke masyarakat bertemu para orang tua dan anak-anak atau lewat pengaduan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
