
Sejak tiba di Surabaya pada November 2023, bus listrik langsung mengaspal di sejumlah jalanan Kota Surabaya.
JawaPos.com – Sejumlah bus listrik yang tiba di Surabaya sejak November 2023 lalu tepatnya beberapa hari sebelum Kota Surabaya menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-17, sempat di uji cobakan sebagai angkutan massal.
Namun setelah menjalani uji coba selama beberapa bulan, bus listrik di Kota Surabaya dikabarkan segera berakhir pengoperasiannya.
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Rabu (24/1), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hampir menyelesaikan uji coba armada bus listrik tersebut pada bulan Januari 2024.
Evaluasi hasil pemanfaatan bus warna hijau kombinasi putih itu pun dikabarkan bakal segera dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.
Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, uji coba armada tersebut juga merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam menekan polusi.
Menurutnya, trial launching bus listrik disepakati hanya akan berjalan tiga bulan saja.
Setelah trial launching berakhir pada bulan Januari ini atau awal Februari, pihaknya akan merumuskan hasil evaluasinya untuk pengambilan kebijakan tentang kendaraan ramah lingkungan tersebut.
"Mulainya November kemarin dan perkiraan berakhir bulan ini atau awal Februari," ujarnya, Selasa (23/1).
Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya meminjam bus listrik itu dari perusahaan otobus swasta untuk kemudian melakukan penjajakan terlebih dahulu. Jika hasil evaluasinya bagus, pihaknya berencana untuk menambah armada tersebut.
"Kita menggunakan skema buy the service (BTS)," ucap Tundjung.
Disisi lain, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Kota Surabaya Ali Mustofa menuturkan, biaya operasional bus listrik lebih murah empat kali lipat dibandingkan dengan bus biasanya.
"Kita tes di tiga rute. Ukuran besar dari Terminal Purabaya-Rajawali, ukuran sedang dari TIJ (Terminal Intermoda Joyoboyo) ke Rajawali, kalau yang kecil rute Terminal Bratang-Stasiun Pasar Turi (sebagai Wira Wiri). Semuanya lancar," ungkap Ali.
Berdasar hasil uji coba yang telah dilakukan, menurutnya biaya operasional tujuh bus listrik itu jauh lebih murah ketimbang bus diesel. Untuk berjalan 1 kilometer, bus listrik tersebut hanya membutuhkan 1 kWh saja.
"Suroboyo Bus butuh 1 liter solar untuk menempuh jarak 1,5 - 2 kilometer," paparnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
