Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 16.34 WIB

Masa Uji Coba Segera Berakhir! Penggunaan Bus Listrik sebagai Transportasi Publik di Surabaya Bakal Lanjut atau Tidak?

Sejak tiba di Surabaya pada November 2023, bus listrik langsung mengaspal di sejumlah jalanan Kota Surabaya. - Image

Sejak tiba di Surabaya pada November 2023, bus listrik langsung mengaspal di sejumlah jalanan Kota Surabaya.

JawaPos.com – Sejumlah bus listrik yang tiba di Surabaya sejak November 2023 lalu tepatnya beberapa hari sebelum Kota Surabaya menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-17, sempat di uji cobakan sebagai angkutan massal.

Namun setelah menjalani uji coba selama beberapa bulan, bus listrik di Kota Surabaya dikabarkan segera berakhir pengoperasiannya.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Rabu (24/1), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hampir menyelesaikan uji coba armada bus listrik tersebut pada bulan Januari 2024.

Evaluasi hasil pemanfaatan bus warna hijau kombinasi putih itu pun dikabarkan bakal segera dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.

Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, uji coba armada tersebut juga merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam menekan polusi.

Menurutnya, trial launching bus listrik disepakati hanya akan berjalan tiga bulan saja.

Setelah trial launching berakhir pada bulan Januari ini atau awal Februari, pihaknya akan merumuskan hasil evaluasinya untuk pengambilan kebijakan tentang kendaraan ramah lingkungan tersebut.

"Mulainya November kemarin dan perkiraan berakhir bulan ini atau awal Februari," ujarnya, Selasa (23/1).

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya meminjam bus listrik itu dari perusahaan otobus swasta untuk kemudian melakukan penjajakan terlebih dahulu. Jika hasil evaluasinya bagus, pihaknya berencana untuk menambah armada tersebut.

"Kita menggunakan skema buy the service (BTS)," ucap Tundjung.

Disisi lain, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Kota Surabaya Ali Mustofa menuturkan, biaya operasional bus listrik lebih murah empat kali lipat dibandingkan dengan bus biasanya.

"Kita tes di tiga rute. Ukuran besar dari Terminal Purabaya-Rajawali, ukuran sedang dari TIJ (Terminal Intermoda Joyoboyo) ke Rajawali, kalau yang kecil rute Terminal Bratang-Stasiun Pasar Turi (sebagai Wira Wiri). Semuanya lancar," ungkap Ali.

Berdasar hasil uji coba yang telah dilakukan, menurutnya biaya operasional tujuh bus listrik itu jauh lebih murah ketimbang bus diesel. Untuk berjalan 1 kilometer, bus listrik tersebut hanya membutuhkan 1 kWh saja.

"Suroboyo Bus butuh 1 liter solar untuk menempuh jarak 1,5 - 2 kilometer," paparnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore