Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 21.12 WIB

BMKG Prediksi Surabaya Diterjang Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

BERLINDUNG DARI HUJAN: Jihan Lutfia, seorang pelajar, memakai payung saat melintas di Jalan Gubernur Suryo kemarin (22/1). BMKG memprakirakan cuaca buruk menerjang Surabaya sepekan ke depan. - Image

BERLINDUNG DARI HUJAN: Jihan Lutfia, seorang pelajar, memakai payung saat melintas di Jalan Gubernur Suryo kemarin (22/1). BMKG memprakirakan cuaca buruk menerjang Surabaya sepekan ke depan.

JawaPos.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak memprakirakan, sepekan ke depan, Surabaya diterjang cuaca ekstrem. Hujan deras turun disertai angin kencang. Bahkan, kecepatan angin bisa mencapai 20 knot, terutama saat siang hingga sore hari.

Koordinator Unit Forecaster BMKG Tanjung Perak Ady Hermanto menjelaskan, cuaca buruk itu dipicu munculnya awan kumulonimbus. Selain itu, periode Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan.

Dengan begitu, awan kumulonimbus lebih sering muncul. ”Kalau malam hari jarang terjadi, lebih sering siang menuju sore,” terangnya.

Menurut Ady, rata-rata durasi hujan berkisar 1–4 jam. Hujan paling deras terjadi sekitar 45 menit pertama. Sampai hari ini (23/1), hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan petugas di 17 pos pantau dan tujuh pos terpadu. Total, ada 77 petugas.

Mereka terbagi menjadi tiga sif dan stand by 24 jam. Itu belum termasuk petugas dari OPD lain. ”Ada dari dinas kesehatan (dinkes), dinsos, satpol PP, dan Palang Merah Indonesia (PMI),” paparnya.

Menurut Hebi, bencana hidrometeorologi diperkirakan terjadi sepanjang Januari hingga Maret. Dari data BPDB Surabaya, cuaca buruk itu memicu beberapa kejadian seperti kecelakaan, pohon tumbang, genangan, dan angin kencang.

Meski begitu, dia meminta warga tak perlu khawatir. ”Kami sudah bersiap menghadapi bencana,” tegasnya.

Saat hujan deras, Hebi mengimbau warga tidak berteduh di bawah pohon. Tujuannya, menghindari pohon tumbang. Anak-anak dilarang bermain di aliran sungai agar tidak terseret arus.

Pengendara diharapkan rutin mengecek kondisi kendaraannya. ”Kalau bisa, jangan keluar saat hujan berlangsung, menepi saja,” tutur Hebi.

BPBD Surabaya mendapatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Informasi tersebut bakal diteruskan ke setiap kecamatan dan warga. Itu adalah langkah mitigasi bencana sejak awal.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasinya, terutama di area-area yang berpotensi tergenang. ”Kami teruskan melalui grup WA ke masyarakat,” ujarnya. (ata/dho/c14/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore