
BERLINDUNG DARI HUJAN: Jihan Lutfia, seorang pelajar, memakai payung saat melintas di Jalan Gubernur Suryo kemarin (22/1). BMKG memprakirakan cuaca buruk menerjang Surabaya sepekan ke depan.
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak memprakirakan, sepekan ke depan, Surabaya diterjang cuaca ekstrem. Hujan deras turun disertai angin kencang. Bahkan, kecepatan angin bisa mencapai 20 knot, terutama saat siang hingga sore hari.
Koordinator Unit Forecaster BMKG Tanjung Perak Ady Hermanto menjelaskan, cuaca buruk itu dipicu munculnya awan kumulonimbus. Selain itu, periode Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan.
Dengan begitu, awan kumulonimbus lebih sering muncul. ”Kalau malam hari jarang terjadi, lebih sering siang menuju sore,” terangnya.
Menurut Ady, rata-rata durasi hujan berkisar 1–4 jam. Hujan paling deras terjadi sekitar 45 menit pertama. Sampai hari ini (23/1), hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan petugas di 17 pos pantau dan tujuh pos terpadu. Total, ada 77 petugas.
Mereka terbagi menjadi tiga sif dan stand by 24 jam. Itu belum termasuk petugas dari OPD lain. ”Ada dari dinas kesehatan (dinkes), dinsos, satpol PP, dan Palang Merah Indonesia (PMI),” paparnya.
Menurut Hebi, bencana hidrometeorologi diperkirakan terjadi sepanjang Januari hingga Maret. Dari data BPDB Surabaya, cuaca buruk itu memicu beberapa kejadian seperti kecelakaan, pohon tumbang, genangan, dan angin kencang.
Meski begitu, dia meminta warga tak perlu khawatir. ”Kami sudah bersiap menghadapi bencana,” tegasnya.
Saat hujan deras, Hebi mengimbau warga tidak berteduh di bawah pohon. Tujuannya, menghindari pohon tumbang. Anak-anak dilarang bermain di aliran sungai agar tidak terseret arus.
Pengendara diharapkan rutin mengecek kondisi kendaraannya. ”Kalau bisa, jangan keluar saat hujan berlangsung, menepi saja,” tutur Hebi.
BPBD Surabaya mendapatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Informasi tersebut bakal diteruskan ke setiap kecamatan dan warga. Itu adalah langkah mitigasi bencana sejak awal.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasinya, terutama di area-area yang berpotensi tergenang. ”Kami teruskan melalui grup WA ke masyarakat,” ujarnya. (ata/dho/c14/aph)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
