Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juli 2022 | 18.09 WIB

Kasus Aktif Surabaya di Atas 100 Lagi, Booster dan Patuh Prokes Lagi

TETAP DISIPLIN: Selly Min, petugas Satpol PP Kota Surabaya, meminta pengunjung Alun-Alun Surabaya untuk memakai aplikasi PeduliLindungi dan tetap menggunakan masker pada Minggu (12/11). (Frizal/Jawa Pos) - Image

TETAP DISIPLIN: Selly Min, petugas Satpol PP Kota Surabaya, meminta pengunjung Alun-Alun Surabaya untuk memakai aplikasi PeduliLindungi dan tetap menggunakan masker pada Minggu (12/11). (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos,com- Wilayah aglomerasi Surabaya Raya masih tetap berstatus level 1 pada masa perpanjangan PPKM Jawa-Bali hingga 1 Agustus mendatang. Namun, dalam beberapa hari terakhir ada kecenderungan kenaikan kasus positif baru. Terutama di Kota Surabaya.

Data pada Rabu (6/7), misalnya. Di Surabaya ada tambahan kasus positif Covid-19 baru sebanyak 88 orang. Angka tertinggi sejak terjadi pelandaian mulai Mei lalu. Biasanya, tambahan kasus baru rata-rata di bawah 20 orang. Namun, angka kesembuhan baru di hari yang sama juga cukup banyak. Yakni, 75 orang.

Peningkatan kasus positif baru itupun menambah banyak kasus aktif atau warga yang isolasi mandiri atau dirawat. Data per 6 Juli, kasus aktif di Surabaya sudah melewati angka 100 orang. Tepatnya, 123 orang. Di hari yang sama, angka kematian juga tambah satu orang. Total sejak pandemi 2020, jumlah kematian di Surabaya mencapai 2,948 orang.

Jumlah kasus aktif sebanyak 123 orang tersebut, masih mengukuhkan Surabaya berada di urutan teratas se-Jatim. Di posisi kedua, Sidoarjo dengan jumlah kasus aktif  sebanyak 48 orang. Tambahan kasus baru pada 6 Juli di Kota Delta juga lumayan banyak. Yakni, 17 orang.

Karena itu, tren kenaikan itu mesti menjadi atensi sejumlah pihak untuk tetap protokol kesehatan. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga memberi warning ada potensi terjadi kenaikan kasus pada pekan kedua dan ketiga Juli ini dampak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5..

Untuk menekan potensi peningkatan itu, salah satunya imbauan agar warga menuntaskan vaksinasi ketiga atau booster.  Pemerintah pun akan booster itu sebagai syarat perjalanan. Capaian vaksin booster di Surabaya, sejau

Ketatkan Lagi Skrining PeduliLindungi

Wacana kebijakan wajib vaksin booster bagi pengunjung pusat perbelanjaan tidak menjadi penghalang bagi pengelola pusat perbelanjaan. Meski bakal diterapkan dua pekan lagi, pengelola mal sudah bersiap dengan kebijakan tersebut.

General Manager Ciputra World Surabaya Lingga Fransiska mengatakan, pihaknya tak berkeberatan dengan adanya penerapan wajib vaksin booster. ”Kita sih mendukung saja ya arahan pemerintah seperti apa,” katanya.

Selama ini pihaknya masih meminta masyarakat untuk tetap mengakses aplikasi PeduliLindungi setiap akan masuk area mal. Memang seiring kasus menurun, ketaatan pengunjung juga mulai menurun untuk menunjukkan status vaksin. Petugas di lapangan dituntut lebih sabar untuk mengingatkan pengunjung.

”Kadang mereka (pengunjung) masih tanya, ’Lho masih pakai scan ya?’. Jadi, kami ini harus bisa jawab juga kalau masih diminta terus,” ujar Darmo, salah seorang petugas keamanan di Ciputra World Surabaya.

Kukuk F. Soeharno, marketing communication manager sebuah mal di Jalan Mayjen Yono Soewoyo, mengatakan, pihaknya mendukung aturan pemerintah terkait Covid-19. ”Toh memang tujuannya jelas, supaya Covid-19 ini bisa segera terputus persebarannya,” papar Kukuk. Harapannya, kesadaran untuk menjalani vaksinasi booster bisa terus meningkat.

Dia juga menambahkan, sentra vaksinasi di mal bisa dibuka lagi. Kukuk menyebutkan, pihaknya sedang bersiap untuk kerja sama terkait pelaksanaan vaksin. ”Sudah ada beberapa pihak lain yang mau kerja sama. Rencananya pertengahan Juli ini,” imbuh Kukuk.

Hal serupa diakui Lingga. Pihaknya mulai melirik untuk pembuatan sentra vaksinasi seperti tahun lalu hingga awal 2022. ”Kita mulai bicarakan programnya. Tapi, masih internal dulu ya, belum ada pihak lain yang terlibat sejauh ini,” jelas Lingga. Namun, dia tak menutup kemungkinan jika ada kerja sama dengan pihak lain nanti.

Pengadaan sentra vaksinasi di dalam mal dinilai mendekatkan akses vaksinasi kepada masyarakat. ”Selain itu, pengunjung setelah divaksin bisa mengakses kebutuhan mereka yang lain di dalam mal,” papar Lingga saat ditemui kemarin (6/7).

Dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan akses tersebut. ”Pegawai dan staf kan juga sudah dipastikan booster. Jadi, kita berharap sekali semua orang aman dengan adanya kebijakan ini,” tuturnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore