
Pengecekan lokasi oleh Kemenpora. Humas Unesa for JawaPos
JawaPos.com–Tim review kementerian pemuda dan olahraga (kemenpora) melakukan visitasi ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (7/6). Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau persiapan Unesa sebagai salah satu pusat pembinaan atlet DBON (Desain Besar Olahraga Nasional).
Satu per satu sarana dan prasarana (sarpras) ditinjau. Mulai dari asrama, fasilitas setiap cabor, laboratorium, hingga labschool.
Tim Review Kemenpora M. Aziz mengatakan, tujuan visitasi itu untuk memastikan fasilitas dan akomodasi Unesa sebagai salah satu sentra pembinaan atlet DBON. ”Dari hasil itu, diketahui cabang olahraga (cabor) mana saja yang layak diseleksi dan dibina di Unesa dan fasilitas cabor mana yang butuh pembenahan,” kata Aziz, Rabu (8/6).
Standar fasilitas dan semuanya nasional dan internasional. Dari hasil kunjungan, dia menyebut, secara umum Unesa sangat layak. Memiliki SDM mumpuni. Ada para ahli, psikolog, dan dokter.
”Memang ada beberapa yang perlu dibenahi dan saya rasa itu bisa dilakukan. Target kita bukan SEA Games. SEA Games tetap menjadi bagian dari tujuan tetapi sebagai tujuan perantara. Target kita lebih tinggi lagi, yaitu ajang olahraga internasional atau olimpiade,” ujar Aziz.
Dia menambahkan, ada 14 cabor yang masuk dalam program DBON. Pembinaan dilakukan di 10 sentra. Untuk awal implementasi program tersebut hanya dilakukan di empat sentra pembinaan yaitu di Unesa, UPI, Unnes, dan UNJ. Diharapkan, implementasi DBON bisa berjalan lancar dan target prestasi olahraga nasional bisa tercapai.
”Ini bukan mimpi, tetapi bagian dari target yang diharapkan Pak Menteri (Zainudin Amali) dan perlu dikerjasamakan dan dicapai bersama,” ungkap Aziz.
Nanti, para atlet tidak seperti sekolah umum. Kurikulumnya khusus. Mereka hanya belajar 4 jam pelajaran dalam sehari. Setelah itu latihan.
”Atlet ini berlatih sambil sekolah, bukan sekolah sambil berlatih. Ini yang harus dibedakan. Sehingga harapannya, atlet bisa terus berlatih dan fokus, beber dalam sesi diskusi pemantapan,” ucap dia.
Sementara itu, Rektor Unesa Nurhasan mengatakan, pihaknya sudah berpengalaman menjadi pusat pembinaan atlet di Jawa Timur. Termasuk sebagai pusat latihan daerah (Puslatda). Karena itu, sangat siap menerapkan dan menjalankan program pembinaan atlet DBON tersebut.
”Semoga ini bisa berjalan lancar sesuai harapan. Atlet-atlet bisa berlatih dan belajar dengan baik dan beberapa tahun ke depan bisa menjadi atlet andalan Indonesia di kancah dunia. Ini tugas kita bersama dan target kita bersama,” papar Nurhasan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
