Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juni 2022 | 00.24 WIB

Laut Masih Pasang, Imbau Warga Tidak Berenang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Air laut pasang masih terjadi di perairan Surabaya. Kenaikannya mencapai 130 sentimeter dari kondisi normal. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya banjir rob hingga meluber ke daratan dan permukiman penduduk.

Di daratan, ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter. ’’Diprediksi terjadi sampai 4 Juni. Namun, kali ini tidak separah banjir rob yang terjadi pada akhir Mei lalu,’’ kata prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto kemarin (1/6).

Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada. Terutama masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir laut. Jika air pasang, lebih baik mereka tidak beraktivitas di laut. Misalnya, mencari ikan atau berenang. Sebab, hal itu cukup membahayakan.

Peringatan tersebut disosialisasikan di Kampung Pelangi, Asemrowo. Beberapa hari terakhir, air laut meningkat. Fenomena itu terjadi pada pagi dan malam. Meski air tidak sampai meluber ke permukiman, kewaspadaan tetap dilakukan.

Ketua RW 2, Kampung Pelangi, Eko Prasetyo melarang seluruh warganya berenang ketika air sedang pasang. Terutama anak-anak. Jika ada yang melanggar, teguran pun diberikan. ’’Pernah ada anak-anak yang berenang. Langsung kami tegur dan larang walaupun mereka bisa berenang,’’ kata Eko.

Pihaknya tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Namanya fenomena alam, seketika bisa berubah. Belajar dari kejadian di Semarang, Jawa Tengah. Tingginya air laut membuat tanggul jebol dan mengakibatkan banjir bandang.

Selain memberikan teguran, lanjut Eko, jika air meluber hingga ke permukiman warga, pihaknya menutup wisata Kampung Pelangi. Sampai saat ini, meski pasang, air belum meluber ke daratan.

Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan mengatakan, ada dua wilayah yang perlu diwaspadai selama pasang air laut. Yaitu, Kampung Pelangi dan Sontoh Laut. Pengawasan di lokasi diperketat. Setiap hari patroli digelar. Yaitu, pada pagi dan malam, ketika air pasang terjadi.

’’Kami melarang keras warga, terutama anak-anak, berenang karena sangat membahayakan. Jika ada yang terlihat (berenang), langsung kami suruh naik ke daratan,’’ ujarnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore