
Photo
JawaPos.com- Rencana lanjutan pengembangan basemen Alun-Alun Surabaya di Balai Pemuda (Balpem), sejauh ini belum menemui titik terang. Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP) masih menunggu arahan dari tim anggaran. Sebab, pengerjaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pembangunan Alun-Alun Surabaya memang sudah rampung. Namun, pemkot memiliki konsep pengembangan kawasan tersebut. Salah satunya, mengoneksikan basemen dengan lahan yang berada di Jalan Pemuda 17 dan satu bangunan Jalan Yos Sudarso.
Dengan koneksi tersebut, jalan masuk menuju alun-alun menjadi dua titik. Yakni, dari area Balpem yang sekarang dan Jalan Yos Sudarso. Pengerjaan terowongan itu diperkirakan menelan biaya yang tidak sedikit. ’’Masih belum, hanya perencanaan,’’ kata Kabid Bangunan DPRKPP Surabaya Iman Krestian.
Dia menuturkan, pihaknya saat ini masih menunggu tim anggaran terkait realisasi rencana tersebut. Sebab, biaya yang dikeluarkan nanti cukup besar. Apalagi, saat ini pemkot masih berfokus pada pemberdayaan ekonomi warga dulu. Terlebih dalam pemulihan situasi pandemi.
Soal jadwal realisasi, kata Iman, pihaknya belum bisa memastikan. Semuanya menyesuaikan anggaran dan situasi yang ada. Yang jelas, lahan di Jalan Pemuda 17 sudah menjadi milik pemkot. ’’Pengerjaannya kapan, kami juga belum tahu,’’ terangnya.
Pengembangan kawasan alun-alun sisi timur juga masih dibahas. Detailnya seperti apa nanti mengikuti anggaran. ’’Intinya, bagaimana lahan aset itu bisa dimanfaatkan secara maksimal,’’ paparnya.
Menurut Iman, konsep besarnya nanti, lahan di Jalan Pemuda 17 itu akan dibuat sama seperti alun-alun di Balpem. Di sana akan dibangun area untuk kesenian, UMKM, dan area komersial lainnya. Tujuannya, mendukung alun-alun di Balpem.
Namun, hal tersebut menyesuaikan anggaran yang ada. Karena itu, mengenai konsep pengembangannya, DPRKPP mengikuti arahan dari tim anggaran. Termasuk soal skala pengerjaannya nanti meliputi apa saja.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
